Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. Jokowi menyampaikan terima kasih atas kehadiran Macron di Bali.
Pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Macron digelar di The Apurva Kempinski, Nusa Dua Bali, Selasa (15/11/2022). Menlu Retno LP Marsudi hingga Menhan Prabowo Subianto mendampingi.
Jokowi awalnya menyambut Macron di depan ruangan pertemuan. Mereka bersalaman dan berfoto bersama. Setelah itu, Presiden Jokowi dan Presiden Macron masuk ke ruang pertemuan bilateral. Pejabat dari kedua negara turut mendampingi Jokowi.

“Terima kasih atas kehadiran di G20 Bali. Dan terima kasih atas dukungan Prancis sepanjang presidensi Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.
Pada Senin (13/11/2022) kemarin, Presiden Jokowi juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara G20 di The Apurva. Berikut ini daftarnya:
- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden;
- PM Jepang Fumio Kishida;
- Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen;
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan;
- PM Australia Anthony Albanese
Lanjut.. Pertemuan bilateral presiden @jokowi dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Elmau, Jerman, 27 juni 2022.
— Kratos the Great (@GreatOfKratos) June 28, 2022
KTT G7 jadi ajang antri meet pemimpin negara2 G7 bertemu presiden @jokowi ! waoww.. pic.twitter.com/HmyqVXQfEk
Pada hari ini, Jokowi resmi membuka KTT G20 di Bali. Jokowi berbicara mengenai sejumlah hal, termasuk soal kesehatan. Dalam sambutannya di sesi II, Presiden Jokowi meminta anggota G20 mengambil langkah nyata dan siap siaga memperkuat arsitektur kesehatan global.
“Para pemimpin G20 dunia kita semakin pulih dari COVID-19, tapi kita tidak boleh lengah. Darurat kesehatan berikutnya dapat muncul kapan saja. Kali ini dunia harus lebih siap kesiapsiagaan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian. Kita G20 harus mengambil langkah-langkah nyata dan segera,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo meminta dunia tidak mengulang kesalahan yang sama, seperti saat pandemi COVID-19. Dia meminta agar ‘Never Again‘ menjadi mantra untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global.
“Dunia tidak boleh mengulang kesalahan saat pandemi COVID-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global. ‘Never Again’ harus menjadi mantra kita bersama,” ujarnya. (Ukthi Muthi’ah)





