Polisi dan militer Indonesia mulai mengerahkan sedikitnya 100.000 personil di seluruh ibukota Jakarta pada tanggal 18 Oktober, kata para pejabat, seiring dengan persiapan negara ini untuk pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto akhir pekan ini.
Mantan jenderal Prabowo akan dilantik sebagai presiden Indonesia pada tanggal 20 Oktober, bersama dengan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko “Jokowi” Widodo, yang juga akan dilantik.
Sekitar 100.000 personil di Jakarta akan mencakup penembak jitu dan unit-unit anti-huru-hara dan akan tetap berada di sana hingga 23 Oktober, kata Panglima TNI Agus Subiyanto.
Selama acara-acara penting sebelumnya di Jakarta, personil keamanan telah ditempatkan di area-area penting seperti gedung parlemen di mana pelantikan akan berlangsung, istana kepresidenan dan jalan-jalan utama Jakarta.
Pada tanggal 18 Oktober, setidaknya 2.000 personil militer mengambil bagian dalam latihan keamanan di kompleks Monumen Nasional Jakarta, dengan puluhan kendaraan taktis ringan militer di lapangan.
“Kita harus waspada terhadap kemungkinan ancaman sebelum, selama dan setelah pelantikan,” kata Jenderal Agus.
Pasukan keamanan diperkirakan akan mengawal 36 pemimpin negara yang akan menghadiri pelantikan tersebut, kata Jenderal Agus, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Angkatan Udara Indonesia juga akan mengerahkan empat jet F-16 untuk mengawal pesawat-pesawat yang membawa para pejabat asing yang menghadiri pelantikan tersebut, kantor berita negara Antara melaporkan.
Ratusan orang diperkirakan akan berkumpul di jalan-jalan di Jakarta untuk menyambut Prabowo sebagai presiden baru dan mengucapkan selamat tinggal kepada Jokowi, kata Kepala Kepolisian RI, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.






