Muhaimin Iskandar, selaku Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, mengungkapkan bahwa saat ini bantuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan belum bisa sepenuhnya melayani korban judi online.
“Beberapa hal yang masuk kategori klaim BPJS Kesehatan seperti yang kecanduan obat maupun non obat, kategori non obat ini soal korban judi online ini belum masuk,” kata pria yang disapa Cak Imin ini dalam konferensi pers Jakarta, Kamis, 28 November 2024, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Cak Imin menyatakan bahwa beberapa rumah sakit memang sudah merawat korban judi online. Korban judol tersebut mendapatkan layanan pengobatan yang meliputi kecanduan obat serta beberapa gangguan psikologis lainnya.

Tetapi, secara umum BPJS belum melayani hal tersebut. Karena, BPJS sebetulnya belum melayani pengobatan untuk para korban judi online.
“Jadi belum mulai, belum ada bantuan dari BPJS. Sudah ada 1-2 yang konteksnya itu korban non-obat, korban psikiatris non-obat, tapi secara umum belum,” kata Cak Imin, dalam laman tempo.co.
Oleh sebab itu, Cak Imin mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mencari solusi terkait hal tersebut. Karena, saat ini judi online telah masuk ke dalam bencana sosial yang dapat merugikan bangsa.
Pada awalnya, Cak Imin menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang kecanduan judi online.
Pria yang akrab disapa dengan panggilan Cak Imin itu mengutarakan hal ini pada saat melakukan kunjugan pasien korban judi online di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada hari Jumat, 15 November 2024.
Diketahui bahwa Cak Imin memastikan bahwa pemerintah tidak hanya membantu menanggung biaya perawatan rumah sakit lewat BPJS, namun, akan ada berbagai bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial kepada para pecandu judi online.
Tetapi, ia belum bisa memastikan apakah keluarga korban ikut mendapat bantuan. Menurutnya, sampai saat ini belum ada program yang diperuntukkan bagi keluarga korban judi online itu dari kementeriannya.
“Akan kami kumpulkan dulu fakta-faktanya, baru nanti akan kami lihat solusinya,” ujar Cak Imin, dikutip dari tempo.co.








