Efek Jokowi Tidak Bisa Memperkuat Suara Ridwan Kamil di Jakarta

Hasil perhitungan cepat atau quick count dengan jumlah survei sebut pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) kalah jauh dari Pramono Anung dan Rano Karno dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. (Sumber Foto : Liputan6.com/Winda Nelfira)
0 0
Read Time:4 Minute, 8 Second

Hasil perhitungan cepat atau quick count dengan jumlah survei sebut pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) kalah jauh dari Pramono Anung dan Rano Karno dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

Dukungan Presiden RI dan Ketua Umum Koalisi partai politik pendukung Prabowo Subianto dan Presiden Ketujuh Joko Widodo tidak banyak berarti.

Pramono meraih antara 49-51 persen suara, berdasarkan hitungan cepat dari empat lembaga survei yakni indikator Politik Indonesia: Charta Politika, Lembaga Survei Indonesia dan Saiful Mujani Research and Conculting (SMRC).

Sementara suara Ridwan Kamil berada di angka 39 persen. Tingkat kesalahannya sekitar 1 persen.

Ketua Tim Pemenangan calon gubernur-wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Lies Hartono atau Cak Lontong calon mengatakan bahwa gubernur/wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, mengklaim pasangan Pramono Ranno menang di putaran pertama.

Dengan adanya hasil hitungan cepat sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan Pramono-Rano menang di atas 50 persen.

“Artinya berdasarkan hasil tersebut, kita bisa menyatakan bahwa Pilkada Jakarta berlangsung satu putaran,” kata Cak Lontong di posko pemantauan hasil hitung cepat Pramono-Rano, Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11) petang.

Suara Ridwan Kamil berada di angka 39 persen. Tingkat kesalahannya sekitar 1 persen. (Sumber Foto : Tim Media RK-Suswono)

Sementara itu, Ridwan Kamill (RK) terkejut dengan peningkatan suara antara Dharma PongRekun dan Kun Waldana yang meraih 10%. Menurutnya, keberhasilan pemilu tersebut melebihi hasil survei pada periode pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Oleh karena itu, RK akan mengikuti putaran kedua dan ingin menggunakan ceruk vokal Dharma-Kun.

“Surveinya selalu di angka 5, 3, 4 (persen), realitanya tembus 10 persen. Ini kan luar biasa ya. Jadi, hormat saya juga untuk kontestasi dari Pak Dharma dan Pak Kun yang fighter juga,” ucap RK di Hotel Sultan, Jakarta.

Hitung cepat lembaga survei bukan hasil resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (28/11) hingga Senin (16/12) mendatang.

Lantas, bagaimana analisis sejumlah pengamat politik atas hasil tersebut?

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan sejatinya Prabowo dan Jokowi mempunyai basis pengaruh di Jakarta. Hanya saja, faktor tersebut tidak berdiri sendiri.

Menurut dia, ada faktor lain yang membuat suara RIDO kalah dari Pramono-Rano. Faktor dimaksud yaitu ketokohan pasangan calon.

“Prabowo dan Jokowi sebenarnya punya basis pengaruh, tetapi tanpa didukung ketokohan kandidat maka pengaruh Jokowi maupun Prabowo tidak lagi kuat,” ujar Dedi dilansir CNN.

Dedi menilai RIDO mengalami stagnasi pemilih yang cukup parah.
Selain itu, tidak ada yang baru dalam hal jadwal kerja. Alhasil, simpati masyarakat pun minim.

Pramono menyampaikan pesan perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi yang sangat berhasil,” ujarnya.

Sebaliknya, Pramono dan Rano tidak ada masalah dalam propaganda nya, dan tidak ada kesalahan, lanjutnya.

Dedi menambahkan, dukungan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdampak positif terhadap perolehan suara Pramono Rano.

Sejak Pilpres, Jakarta menjadi basis Anies, namun di sisi lain karakter calon juga mendapat penolakan yang berujung pada kekalahan Ridwan Kamil atau Jokowi,” kata Dedi.

“Jika membaca tren elektabilitas sebelum pemilihan, hingga pascahitung cepat dan exit poll, peluang Pilgub Jakarta satu putaran cukup besar, dan Pramono yang keluar sebagai pemenang,” lanjut dia.

Apa yang terjadi di Jakarta berbeda dengan banyak provinsi bagian lainnya, di mana Jokowi dan Prabowo juga secara terbuka mendukungnya.

Misalnya saja Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dedi menambahkan, kepribadian pasangan calon mempengaruhi perolehan suara.

“Jatim dari sisi ketokohan Khofifah sudah tinggi, pun di Jateng di mana Lutfi dan Taj Yasin juga punya basis massa yang stabil,” ungkap dia.

“Taj Yasin bahkan dalam catatan elektabilitas sebelum penetapan sudah masuk 5 besar tokoh berpengaruh di Jateng, terlebih Jokowi sendiri juga berbasis Jateng,” sambungnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina A. Khoirul Umam mengatakan warga Jakarta memiliki kemampuan politik yang lebih baik dibandingkan daerah lain.

Inilah penyebab pasangan pendukung Jokowi dan Prabowo kalah di Jakarta. Berbeda dengan daerah lain.

“Masyarakat Jakarta relatif jauh lebih memiliki literasi politik yang lebih baik sekaligus lebih pragmatis sehingga masyarakat DKI relatif paling mudah berubah-ubah pilihannya, sesuai basis isu dan narasi yang berkembang,” kata Umam melalui siaran persnya.

Dia menilai, kemenangan sementara Pramono Rano atas RIDO menunjukkan struktur politik Gabungan Industri Indonesia (KIM) tidak kuat.

Ia menilai kekompakan KIM Plus merupakan semacam kawin paksa yang cenderung kurang memperhatikan kepentingan suporter. Akibatnya, mesin politik RIDO, meskipun dimulai dengan sangat optimis, terhenti sebelum pemungutan suara.

“Di sisi lain, Pramono-Rano terlihat lebih disiplin dalam kampanye lapangan maupun narasi,” ucap Umam.

“Di saat yang sama, kedekatan Pramono-Rano dengan Anies yang menjadi simbol perlawanan terbuka pada kekuatan politik yang mengorkestrasi dominasi peta politik Jakarta mampu mengkonsolidasikan basis pemilih loyal Anies untuk mendukung Pramono-Rano, yang mana banyak di antara mereka beririsan dengan basis pemilih loyal PKS,” ungkap Umam.

Selain dukungan terhadap Anies, sederet kesalahn yang dilakukan RIDO pada masa pemilu juga berdampak pada perolehan suara Pramono Rano.

“Meskipun belum konklusif satu putaran, namun moril politik PDIP dan Pramono-Rano sangatlah tinggi. Ini bisa menjadi bekal yang baik untuk pertarungan lanjutan jika dipaksa untuk masuk di putaran kedua,” kata Umam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today