Anggaran Perang Israel Hancur dan Angkatan Udara Zionis Juga Menggunakan Jet Tempur Tua

Israel menghadapi tantangan luar biasa terkait angkatan udara militernya. (Sumber Foto : anews/tangkap layar)
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Israel menghadapi tantangan luar biasa terkait angkatan udara militernya.

Hal ini dilaporkan membahayakan Angkatan Udara Israel dan berdampak pada ketersediaan bom udara ke darat.

Menurut surat kabar Israel Maariv, armada tempur Israel yang menua kini diyakini telah kehabisan ribuan jam terbang selama perang, melampaui periode operasional normalnya.

Kondisi penerbangan helikopter Apache juga sangat buruk.

Surat Kabar ini menunjukkan bahwa pola operasional Israel selama perang akan mengarah pada dorongan untuk membeli sejumlah pesawat baru, dengan fokus pada perolehan model F-15 dan F-35.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah AS telah memperketat pembatasan abntuan kepada Israel dan menunda pembelian bom helikopter dan rudal.

Pemerintah Israel juga memblokir pengiriman helikopter Apache bekas untuk mendukung sementara angkatan udara.

Maariv juga menunjukkan bahwa pembatasan tersebut bukanlah solusi atau titik akhir untuk memperluas kemampuan angkatan udara termasuk pembelian sekitar 100 unit F-35 dan 100 unit F-15 unit, dan tambahan 50 jet F-16 tambahan.

Pemerintah Israel juga memblokir pengiriman helikopter Apache bekas untuk mendukung sementara angkatan udara. (Sumber Foto : Tribunnews.com)

Jika militer Israel memutuskan untuk membeli pesawat sebanyak itu, maka mereka akan membeli setidaknya enam helikopter angkut berat lagi, selain 1 helikopter yang diminta untuk menggantikan helikopter militer lama yang saat ini digunakan.

Mengingat kekurangan angkatan udara yang parah, pejabat keamanan Israel mengatakan masalah terbesar bukan hanya kekurangan angkatan udara itu sendiri. namun juga terbatasnya anggara Israel.

Bahkan terdapat pernyataan “seseorang harus menjadi pesulap untuk memenuhi kebutuhan.

Masalah kedua adalah rencana lini produksi yang akan dimasukkan ke dalam daftar pembeli.

Mengutip Al Mayadeen, dunia saat ini sedang dalam perlombaan senjata, dengan krisis yang sedang berlangsung di Ukraina, ketegangan antara Beijing dan Taiwan, dan seluruh Eropa yang berusaha memperoleh senjata.

Terkait hal ini, juru bicara salah satu perusahaan pertahanan terbesar mengatakan apa yang terjadi sekarang adalah kegilaan.

Ia mengatakan bahwa dunia saat ini tidak sama dengan dua atau tiga tahun yang lalu, dan seluruh dunia kini membeli senjata yang berbeda.

“Saat ini, kita menghadapi kenyataan yang membuktikan bahwa perusahaan senjata tidak dapat memenuhi pesanan, dan antrian pasokan semakin panjang,” tambahnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today