Baru Tahu Ditembak Polisi, Kakek Siswa SMK Semarang Mengira Cucunya Tewas Dibegal

Jenazah korban dimakamkan di TPU Bangunrejo, Desa Saradam, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. (Sumber Foto : Tribunjateng/Agus Iswadi)
0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

GR (17), siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tewas ditembak Aipda Robig Zaenudin pada hari Minggu (24/11/2024).

Jenazah korban dimakamkan di TPU Bangunrejo, Desa Saradam, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kakek korban, Siman baru mengetahui cucunya tewas tekena tembakan polisi. Saat jenazah kroban tiba di rumah duka, di Sragen, pihak keluarga terlebih dahulu mendapat informasi bahwa GR telah diserang dan dibunuh.

“Kalau ditembak belum tahu, meninggalnya katanya begal, saya tidak tahu. Kita tidak tahu masalahnya apa,” ujarnya di Sragen, Jumat (29/11/2024).

Menurut Siman, jenazah GR sudah dikafani setiba di Sragen.

“Hanya melihat mukanya saja,” ucapnya.

Makam telah dibongkar

Pada hari Jumat, makam GR dibedah untuk diautopsi. Penggalian dilakukan polisi atas persetujuan keluarga korban. Samin mengatakan, pembongkaran makam ini untuk mencapai keadilan bagi GR.

“Semoga prosesnya lancar, sebagai bukti kita bisa mengetahui penyebab meninggalnya,” ujarnya.

Sementara itu, ibu GR, Diah Pitasari mengatakan pembongkaran makam dilakukan untuk mengembalikan kehormatan GR.

Kakek korban, Siman baru mengetahui cucunya tewas tekena tembakan polisi (Sumber Foto : Kompas.com/Fristin Intan Sulistyowati)

“Di sini kita keluarga berjuang untuk mengembalikan nama baiknya, kalau mengembalikan nyawa memang tidak bisa, mengembalikan nama baik GRO insya Allah bisa,” tuturnya, Jumat, dikutip dari Tribun Solo.

Diah mengungkapkan, keluarganya tidak terima GR disebut gangster.

“Saya terkejut sekali disebut gangster, Itu tidak benar. Mereka di rumah bermain dengan kucing,” jelasnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, makam dibongkar dan selanjutnya dilakukan autopsi jenazah oleh tim medis dan kesehatan (Dokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah dan Polres Sragen (Polres).

Kepala Badan Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagyo berharap hasil otopsi dapat membantu polisi mengungkap penyebab kematian korban.

“Saya ingin mengetahui penyebab kematian korban. “Insya Allah penyidikannya dimulai malam ini, jelasnya, Jumat.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agustinus mengatakan, tujuan autopsi tersebut untuk mengumpulkan bukti-bukti guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Fokusnya jelas, otopsi hanya untuk mengetahui penyebab kematiannya,” jelasnya.

Agustinus menjelaskan, hasil autopsi akan disampaikan kepada penyidik ​​pada Sabtu (30/11/2024).

Peristiwa seorang siswa SMK di Semarang yang ditembak mati polisi memang menarik perhatian.

Menurut polisi, korban merupakan anggota geng yang terlibat tawuran. Namun pihak keluarga dan pihak sekolah GR keberatan dengan hal tersebut.

Pihak sekolah mengatakan GR adalah siswa yang berprestasi dan tidak pernah membuat masalah di sekolah.

Saat ini pelaku penembakan GR Aipda Lobig Zaenuddin diamankan di lokasi khusus (Patsus) Polda Jateng.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today