Buronan Interpol, Ted Sioeng, Diamankan Tim Mabes Polri di China

Buronan interpol Ted Sioeng alias Gatot S berhasil diamankan oleh Tim Mabes Polri di China. (Source: Infobanknews.com)
1 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Ted Sioeng, seorang pengusaha berdarah India, saat ini tengah menjadi sorotan publik. Namanya muncul ke permukaan dan diduga terlibat dalam perkara pengemplangan utang.

Dikabarkan bahwa Ted Sioeng bahkan sempat menjadi buronan polisi internasional atau interpol. Adapun utang Ted Sioeng yang berkaitan dengan perusahaannya, Sioeng Group, diketahui tengah berperkara dengan salah satu bank di Indonesia yaitu PT Bank Mayapada Tbk.

Berdasarkan informasi terbaru, buronan interpol Ted Sioeng alias Gatot S berhasil diamankan oleh Tim Mabes Polri di China.

Masuk ke dalam daftar Interpol Red Notice (IRN), diketahui bahwa Ted Sioeng telah menjadi buronan interpol sejak tanggal 23 April 2023. (Source: ROSLAN RAHMAN/AFP)

Masuk ke dalam daftar Interpol Red Notice (IRN), pengusaha yang banyak bergerak di bidang properti hingga kawasan terpadu tersebut diketahui telah menjadi buronan interpol sejak tanggal 23 April 2023.

Dilansir dari Netralnews.com, pada hari Jumat malam, 29 November 2024, Ted Sioeng tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dikarenakan pada saat selama penerbangan ia sering mengeluh mengalami sakit di bagian dada.

Berdasarkan catatan rekam medis, ternyata Ted Sioeng memiliki masalah kesehatan dengan jantungnya dan diketahui sudah terpasang 16 ring dalam organ vitalnya itu.

Diketahui bahwa Ted Sioeng meninggalkan kredit macet di Bank Mayapada. Pengusaha yang memiliki darah India bernama Mandarin ini bukannya melunasi pinjamannya, tetapi malah justru melaporkan Bank Mayapada ke mana-mana.

Termasuk ke Mahfud MD, selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan yang memiliki reputasi tinggi terhadap kejahatan keuangan.

Kredit macet yang ditinggalkan oleh Ted Sioeng itu sebesar Rp1,550 triliun. Ted Sioeng diketahui telah menjadi nasabah Bank Mayapada (MAYA) dari tahun 2013. Selama sepuluh tahun menjadi nasabah bank tersebut tidak ada masalah.

Bisnisnya pun berkembang pesat, mulai dari kontraktor, mall – trade center dan developer perumahan serta apartemen.

Pada akhir tahun 2022, kredit masih lancar, dan bunga pun masih tetap dibayarkan. Hanya saja seringkali pembayaran bunga terlambat, dan ketika pembayarannya pun sering di hari terakhir batas waktunya.

Berdasarkan sumber di Bank Mayapada, pihak MAYA pun akhirnya memberikan surat peringatan kepada Ted Sioeng.

Dengan tujuan agar dapat segera menyelesaikan kewajibannya, dan apabila tidak sanggup, Ted Sioeng dapat segera menyerahkan jaminan kredit. Namun, tidak ada tanda-tanda kooperatif, malah justru Ted Sioeng melarikan diri ke luar negeri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today