Adanya Kabar Diserang Ransomware, BRI Sebut Data dan Dana Nasabah Aman

BRI telah memberikan respons terkait adanya kabar serangan siber berupa ransomware yang menyerang data mereka. (Source: ANTARA)
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Bank Rakyat Indonesia atau BRI telah memberikan respons terkait adanya kabar serangan siber berupa ransomware yang menyerang data mereka. Diketahui bahwa kabar tersebut muncul dari akun media sosial X @FalconFeedsio.

“Peringatan ransomware, Bank Rakyat Indonesia telah menjadi korban Bashe Ransomware,” kata akun @FalconFeedsio dalam bahasa Inggris pada Rabu, 18 Desember 2024, dalam laman tempo.co.

Dikabarkan bahwa unggahan tersebut muncul di media sosial X pada jam 18.54 WIB dan telah dilihat sebanyak 1,6 juta kali pada pukul 23.30 WIB.

Dilansir dari tempo.co, terkait kabar tersebut, Arga M Nugraha, selaku Direktur Digital dan IT BRI, memberikan responsnya dan mengungkapkan bahwa data nasabah bank BRI masih terjaga.

Direktur Digital dan IT BRI memberikan responsnya dan mengungkapkan bahwa data nasabah bank BRI masih terjaga. (Source: Dok. Paloalto)

“Kami memastikan bahwa saat ini data maupun dana nasabah aman,” kata Arga melalui keterangan tertulis beberapa jam setelah unggahan @FalconFeedsio, dikutip dari tempo.co.

Arga mengatakan bahwa seluruh sistem perbankan BRI masih bisa berjalan secara normal. Dia juga mengklaim bahwa layanan transaksi BRI tetap beroperasi dengan lancar.

Arga mengungkapkan, nasabah BRI tetap bisa menggunakan seluruh sistem layanan perbankan. “Termasuk layanan perbankan digital seperti BRImo, QLola, ATM / CRM, dan layanan BRI lainnya seperti biasa dengan keamanan data yang terjaga,” ucap Arga, dilansir dari tempo.co.

Arga diketahui tidak memberikan konfirmasi apapun terkait apakah serangan ransomware tersebut memang benar terjadi.

Tetapi, ia mengklaim bahwa sistem keamanan teknologi informasi yang dimiliki oleh BRI telah memenuhi standar internasional serta terus mendapatkan pembaruan secara berkala agar dapat menghadapi berbagai potensi ancaman.

“Langkah-langkah proaktif dilakukan untuk memastikan bahwa informasi nasabah tetap terlindungi,” ujar Arga, dalam laman tempo.co.

Diketahui bahwa Ransomware merupakan salah satu ancaman terbesar dalam dunia digital yang dapat menyerang siapa saja, baik dari individu maupun perusahaan besar.

Serangan ini dilaporkan dapat melumpuhkan berbagai sistem komputer serta menimbulkan kerugian finansial yang signifikan.

Berdasarkan informasi dari laman Kemenkeu, ransomware merupakan jenis perangkat lunak berbahaya atau biasa disebut dengan malware yang dirancang agar dapat mengunci ataupun mengenkripsi data pada perangkat milik korban sehingga tidak bisa diakses.

Kemudian, pelaku kejahatan siber ini akan menuntut pembayaran tebusan atau ransom dari korban agar bisa mendapatkan kunci dekripsi ataupun mengembalikan akses ke data yang sebelumnya tidak dapat dibuka.

Ransomware acap kali dirancang agar dapat menyebar ke seluruh jaringan serta menargetkan database dan server file, sehingga dengan cepat mampu untuk melumpuhkan seluruh organisasi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today