Pada hari Kamis, (10/4/2025), indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan tarif impor resiprokal selama sembilan puluh hari Rabu waktu setempat, yang menyebabkan mata uang garuda menguat pada perdagangan pasar spot pagi ini.
Pukul 09.02 WIB, IHSG naik 266,65 poin (4,47 persen) dari penutupan sebelumnya pada level 6.270,61.
Sebanyak 394 saham berada di zona hijau, 38 saham berada di zona merah, dan 97 saham lainnya tetap stagnan. Hingga saat ini, volume transaksi mencapai 2,12 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai 1,87 triliun.
Presiden AS telah mengumumkan penghentian sementara selama sembilan puluh hari atas tarif yang lebih tinggi kepada puluhan mitra dagang AS, kata Maximilianus Nico Demus, direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.
Meskipun demikian, 13 jam setelah tarif di 56 negara dan Uni Eropa diubah, AS tetap mengenakan bea masuk pada China hingga 125 persen.
Kebijakan tarif Trump telah menyebabkan gejolak di pasar dan kecemasan investor dan pelaku pasar terhadap resesi.
Selain itu, investor mengubah pilihan mereka sebagai akibat dari keputusan Trump, yang menyebabkan Wall Street runtuh pada penutupan perdagangan Rabu.
“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 5.880–6.160,” kata dia dalam analisisnya, Kamis (10/4/2025).
Pasar Asia
Pasar regional Asia sebagian besar bergerak di zona hijau. Strait Times naik 5,80 persen (196,70 poin) ke level 3.590,39, dan Shanghai Composite naik 1,52% (48,34 poin) ke level 3.235,15.

Sementara itu, Nikkei 225 meningkat 8,34 persen (2.644,60 poin) ke level 34.358,60, dan Hang Seng meningkat 4,45 persen (901,01 poin) ke level 21.165,50.
Rupiah naik
Di pasar spot pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat.
Pukul 09.09 WIB, rupiah berada pada level Rp 16.786,5 per dolar AS, menguat 86 poin (0,51 persen) dari penutupan sebelumnya pada Rp 16.872,5 per dolar AS, menurut data Bloomberg.
Ariston Tjendra, seorang pengamat pasar uang, menjelaskan bahwa Donald Trump mulai menerapkan strategi negosiasinya untuk tarif.
Trump menurunkan tarif untuk sembilan puluh negara ke 10% untuk sementara waktu. Indeks saham Amerika Serikat menguat setelah indeks saham Asia bergerak positif.
Namun demikian, ia menyatakan bahwa pasar terus merasa khawatir tentang masalah tarif ini. Di sisi lain, China, saingan utama AS, telah memulai perang tarif.








