Prabowo Sama Saja Dengan Para Penguasa Arab: Berhianat Pada Palestina, Islam dan Kaum Muslimin

Prabowo sama saja mengekor pada Amerika, yang membela kepentingan zionis, dimana sebelumnya Prabowo juga menyetujui solusi dua negara (two state). (Sumber Foto : radaraktual.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 51 Second

“Kami juga siap menerima korban-korban yang luka-luka dan nanti segera kirim Menteri Luar Negeri untuk diskusi dengan Pemerintah Palestina, dengan pihak daerah tersebut bagaimana pelaksanaanya untuk kami siap evakuasi,”

[Prabowo Subianto, Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu 9/4/2025]

Aneh sikap politik Presiden RI Prabowo Subianto. Alih-alih mengerahkan TNI untuk membebaskan Palestina, sebagai upaya aktif untuk mewujudkan perdamaian dunia, Ketua Umum Partai Gerindra ini malah menawarkan evakuasi korban kekejian Israel.

Sikap Prabowo Subianto ini, sama saja melapangkan penjajahan zionis Israel. Karena dengan dievakuasi, zionis akan semakin mudah untuk menguasai tanah Palestina yang selama ini dipertahankan oleh Warga Palestina dengan keringat, darah dan airmat, HINGGA BERTARUH NYAWA.

Prabowo sama saja mengekor pada Amerika, yang membela kepentingan zionis, dimana sebelumnya Prabowo juga menyetujui solusi dua negara (two state). Andaikan Prabowo hidup di periode penjajahan Belanda, maka Prabowo tidak akan ikut bertempur menghadapi penjajah Belanda, melainkan menawarkan solusi dua negara: satu wilayah untuk Indonesia, satu wilayah untuk Belanda.

Apakah PRABOWO buta dan tuli terhadap derita palestina dan kebiadaban zionis Yahudi Israel ? Lalu, darimana asal bisikan setan itu, sehingga Prabowo memilih opsi mengevakuasi rakyat Palestina, yang esensinya melapangkan penjajahan zionis Israel, dan tidak menggunakan kekuatan militer untuk menolong Palestina sebagai bukti kongkrit menjalankan Konstitusi yang mengamanatkan Indonesia turut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia?

Ini bukan soal empati atau tidak empati. Ini soal politik dan penjajahan, yang tidak bisa ditolerir, apalagi difasilitasi.

Prabowo pernah mengatakan tidak penting terlalu pintar, jika tidak dapat dieksekusi. Namun dalam kasus ini, PRABOWO terlalu bodoh mengumbar tawaran evakuasi warga Palestina, padahal itu juga mustahil di eksekusi.

Karena otoritas di Palestina ada pada akidah mereka, bukan pada pemerintahan yang tunduk pada zionis Israel. Meskipun pemerintah Palestina setuju usulan evakuasi warganya, tapi demi Allah, sungguh rakyat Palestina akan memilih tetap mempertahankan setiap jengkal Tanah Palestina yang merupakan tanah seluruh kaum muslimin hingga titik darah penghabisan.

Padahal, kewajiban menjaga tanah Palestina adalah kewajiban seluruh kaum muslimin, bukan hanya kewajiban rakyat Palestina. Lalu kenapa, dunia Islam bungkam? Penguasa Arab juga diam seribu bahasa, bahkan mengambil pilihan berhubungan mesra dengan zionis Israel seperti yang dilakukan Mesir dan Turki? Al Sisi dan Erdogan telah berkhianat pada Palestina, Islam dan kaum muslimin !

Wahai kaum muslimin! Sesungguhnya Palestina butuh dibebaskan sebagaimana dahulu Umar bin Khattab dan Sholahuddin Al Ayyubi membebaskan Palestina!

Sesungguhnya, Umar bin Khattab dan Sholahuddin Al Ayyubi tidak bisa membebaskan Palestina, kecuali mereka memiliki Negara yang kuat dan tentara yang hebat!

Sesungguhnya, Negara kaum muslimin yang kuat itu adalah Negara Khilafah. Sesungguhnya, tentara kaum muslimin yang hebat itu adalah tentara Khilafah.

Karena itu, berjuanglah untuk membebaskan Palestina dengan memperjuangkan tegaknya Khilafah. Khilafah, yang telah dijanjikan Rasulullah Saw akan kembali tegak di muka bumi. Allahu Akbar! 🔥🔥🔥🔥 [].
[17:26, 10/04/2025] Om Dipa (kedua): H. FUAD KORBAN PIK 2: KESABARAN RAKYAT ADA BATASNYA, BISA TERJADI REVOLUSI

92 hektare tanah milik H. Fuad Efendy Zarkasi dirampas Ali Hanafi, orang suruhan Aguan. Alasannya, tanah itu harus dilepaskan untuk kepentingan PSN. Tokoh Banten yang banyak membantu tugas dan karir pejabat Polri itu juga dikriminalisasi, bahkan dijebloskan ke penjara. Dalam kondisi dirawat di rumah sakit, H. Fuad dipaksa menandatangani pelepasan tanahnya. Ironisnya, peristiwa itu disaksikan polisi bernama AKP Yan Hendra.

Ratusan pemilik tanah di Banten mengalami nasib serupa. Tanah mereka dirmapas atas nama PSN warisan Jokowi. Aparat mulai kepala desa hingga menteri, bahkan Istana jadi kaki tangan oligarki.

“Kesabaran rakyat ada batasnya. Segera hentikan kezaliman ini. Bisa terjadi revolusi,” kata H. Fuad. (Ahmad Khozinudin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today