Usai Beroperasi Selama 33 Tahun, Tupperware Secara Resmi Tutup di Indonesia akibat Bangkrut

Tupperware Brands Corporation secara resmi memberhentikan bisnisnya di Indonesia usai berjalan selama 33 tahun. (Source: Instagram/@tupperwareid)
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

Setelah mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaannya bangkrut pada bulan September 2024, Tupperware Brands Corporation secara resmi memberhentikan bisnisnya di Indonesia usai berjalan selama 33 tahun.

“Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025,” bunyi keterangan yang dimuat dalam akun Instagram @tupperwareid pada Minggu, 13 April 2025, dikutip dari tempo.co.

Tupperware diketahui juga telah memberhentikan operasional bisnisnya di sejumlah negara. (Source: Ist/Twitter)

Selain Indonesia, Tupperware diketahui juga telah memberhentikan operasional bisnisnya di sejumlah negara. Dilaporkan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari langkah global yang diambil oleh perusahaan.

Dilansir dari tempo.co, dalam keterangan yang sama, Tupperware juga memberikan ucapan terima kasih kepada masyarakat, konsumen serta pihak Executive Director dan Sales Force, yang telah mendukung perjalanan bisnis mereka.

Dikabarkan bahwa Tupperware bersama sejumlah anak perusahaannya telah menyatakan bangkrut pada hari Selasa, 16 September 2024, dengan melayangkan Chapter 11 yaitu permohonan perlindungan kebangkrutan.

Langkah tersebut diambil oleh Tupperware pada saat setelah berkurangnya permintaan pasar terhadap produk-produk buatannya serta mengalami kerugian finansial yang bertambah besar.

Diketahui bahwa Tupperware telah mengajukan perlindungan kebangkrutan dengan utang yang mencapai sebesar US$ 818 juta atau sekitar Rp 214 triliun, dan memiliki rencana untuk mencari pembeli dalam jangka waktu selama 30 hari.

Tetapi, rencana tersebut dengan cepat ditentang oleh tiga pemberi pinjaman utama Tupperware, yakni Alden Global Capital, Stonehill Institutional Partners, serta Bank of America, yang di mana pada bulan Juli 2024 telah membeli utang perusahaan itu dengan nilai nominal US$ 450 juta pada bulan Juli.

Menurut para ahli ekonomi, masalah utama yang dimiliki oleh Tupperware yaitu terletak pada model bisnis yang sulit untuk bersaing dalam era digital saat ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today