Dalam Operasi Serentak, Sebanyak Lebih dari 3.000 Kasus Premanisme Telah Diselesaikan Polri

Polri mengklaim bahwa pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 3.326 kasus premanisme. (Source: Bisnis/Anshary Madya Sukma)
0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

Sejak dilakukannya operasi serentak pada tanggal 1 Mei 2025, Polri mengklaim bahwa pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 3.326 kasus premanisme.

Dilaporkan bahwa pelaksanaan operasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025 yang memberikan instruksi kepada jajaran Kepolisian Daerah serta Kepolisian Resor untuk melakukan penindakan terhadap premanisme.

Kadivhumas Polri Inspektur Jenderal Sandi Nugroho menyebut, operasi ini berfokus pada kegiatan premanisme yang meresahkan masyarakat. (Source: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana)

Dilansir dari tempo.co, Inspektur Jenderal Sandi Nugroho, selaku Kepala Divisi Humas Polri, mengungkapkan bahwa operasi tersebut menargetkan kegiatan premanisme yang semakin meresahkan masyarakat serta mengganggu iklim investasi nasional.

“Kami tidak akan mentolerir aksi intimidatif, pemerasan, maupun kekerasan oleh individu atau kelompok berkedok organisasi masyarakat,” kata Sandi lewat keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.

Sandi menjelaskan bahwa langkah penindakan yang tengah dilaksanakan berfokus pada sejumlah tindak kejahatan, meliputi pemerasan, pungutan liar, sampai dengan pengancaman.

Kemudian, terdapat juga berbagai macam tindakan lainnya yang turut menjadi fokus dalam operasi ini, di antaranya seperti penghasutan, penyebaran berita bohong, sampai dengan ujaran kebencian.

Sandi mengatakan bahwa beberapa Polda serta Polres telah melakukan langkah penindakan yang dilakukan secara tegas pada puluhan sampai ratusan preman.

Seperti salah satu contohnya adalah Polresta Tangerang yang dikabarkan telah melakukan penangkapan terhadap 85 preman sejak operasi ini berlangsung. Kemudian, Sandi mengklaim bahwa Polda Banten juga telah melakukan penangkapan terhadap 146 preman.

“Polda Kalimantan Tengah juga memanggil Ketua GRIB (Gerakan Rakyat Indonesi Bersatu) Kalteng yang terkait dengan penutupan PT BAP,” ujarnya, dilansir dari tempo.co.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, dikabarkan bahwa Polri juga bakal melakukan sinergi bersama dengan TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya yang berkaitan.

Sandi menyebut, koordinasi lintas sektor ini merupakan hal krusial yang bisa dilakukan agar dapat menjamin keberhasilan operasi serta menciptakan stabilitas jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today