408 Petani di Desa Uma Palak Mendapat Manfaat Dari Pengembangan Energi Transisi Pertamina

27.000 hektar tanaman padi mengalami kekeringan, dan 2.269 hektar lahan padi mengalami gagal panen. (Sumber Foto : Tribunnews.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Ketahanan pangan Indonesia diancam oleh kekeringan. Misalnya, menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah tingkat normal selama musim kemarau 2023.

Hasilnya, 27.000 hektar tanaman padi mengalami kekeringan, dan 2.269 hektar lahan padi mengalami gagal panen. Petani di Desa Uma Palak Lestari, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, mengalami dampak musim kemarau.

I Made Darayasa, salah satu petani di sana, menyampaikan bahwa subak di desanya terancam kekurangan air saat kemarau.

“Dampaknya produksi padi menurun, bahkan bisa gagal panen,” ucapnya seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers, Senin (12/5/2025).

Subak adalah sistem irigasi persawahan tradisional Bali yang secara adat dikelola oleh masyarakat lokal.

Warga desa berusaha mencari solusi, mereka bekerja sama dengan Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai Pertamina Patra Niaga untuk belajar tentang teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah dalam produksi tani.

“Melalui inovasi sistem pengairan Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak atau SIUMA dari tim Pertamina, kami berhasil memperbaiki irigasi di lahan padi,” jelas I Made Darayasa.

Sensor kelembapan tanah berbasis internet of things (IoT) digunakan oleh SIUMA dan terhubung langsung ke grup WhatsApp petani.

Petani dapat mengambil keputusan irigasi secara real-time dengan cara ini. Bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp membuat pengoperasian sistem pengairan menjadi hemat biaya.

Selain itu, sistem mikrohidro menggunakan limbah non-B3, yaitu gulungan selang dari mobil distribusi avtur AFT Pertamina Ngurah Rai.

Program ketahanan pangan DEB

Sebagaimana diungkapkan oleh Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), program Desa Energi Berdikari (DEB) yang didirikan bersama masyarakat di Desa Uma Palak.

Fadjar menyatakan bahwa saat ini terdapat 172 DEB yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 31 dari DEB tersebut mengangkat tema ketahanan pangan, termasuk program yang dilaksanakan di Desa Uma Palak Lestari.

“Pemanfaatan energi terbarukan di DEB Uma Palak Lestari juga berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 27,3 ton CO2 ekuivalen per tahun,” ujar Fadjar.

Sebanyak 408 petani, termasuk 24 perempuan petani, telah merasakan langsung manfaat transformasi di wilayah ini. Manfaat ini termasuk akses ke EBT, pelatihan pertanian organik, dan peningkatan peluang ekonomi melalui wisata dan produk pertanian.

Warga desa berusaha mencari solusi, mereka bekerja sama dengan Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai Pertamina Patra Niaga. (Sumber : Viva.co.id)

Menurut I Gede Sudi Arcana, lurah Peguyangan, program tersebut memiliki efek positif. Teknologi baru ini dapat menekan biaya operasional hingga Rp 700 ribu per bulan.

Produksi padi organik DEB Uma Palak meningkat 2,3 kali lipat dari 5,1 ton per ha menjadi 7,5 ton per ha.

Saat ini, lima hektar sawah padi organik yang dikelola secara berkelanjutan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 476 juta per tahun.

Orang-orang juga memanfaatkan traktor elektrik untuk mengolah sawah, kata dia. Dengan demikian, biaya operasional dapat dikurangi dari Rp 25.000 per are menjadi Rp 15.000 per are. DEB Uma Palak terus meningkat. Desa ini telah berubah menjadi lokasi ekowisata edukatif.

Dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, jalur joging, area kafe, dan area camping, desa dapat menarik 72.000 wisatawan setiap tahun, meningkatkan pendapatan desa sebesar Rp 64 juta per tahun.

Program DEB merupakan bukti nyata komitmen Pertamina untuk mendukung transisi energi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama TPB 2, yang berarti Tanpa Kelaparan, TPB 7 yang berarti Energi Bersih dan Terjangkau, dan TPB 13 yang berarti Penanganan Perubahan Iklim.

Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 sebagai pemimpin transisi energi melalui inisiatif berbasis komunitas yang berdampak langsung dan menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam seluruh operasinya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today