Slamet Budiarto, selaku Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, memberikan kritik terhadap ucapan yang diutarakan oleh Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan, yang mengatakan bahwa pria yang mengenakan celana jeans dengan ukuran 33 atau lebih besar “lebih cepat menghadap Allah”.
Menurut Menkes, ukuran celana jeans dapat menjadi sebuah indikator tingkat obesitas yang diakibatkan karena adanya penumpukan lemak visceral atau lemak di sekitar organ dalam yang berbahaya untuk kesehatan.
Slamet menyatakan bahwa pernyataan yang diucapkan oleh Menkes itu dianggap terlalu menyederhanakan permasalahan dalam kesehatan secara berlebihan.
Slamet mengungkapkan bahwa lemak yang terdapat di dalam tubuh harus dinilai secara komprehensif, tidak hanya semata-mata dilihat dari segi penampilan fisik.
“Ngapain dikaitkan dengan menghadap Tuhan, itu kan urusan takdir. Lebih baik imbauan-imbauan positif saja seperti cek tensi, cek darah,” kata dia, Sabtu, 17 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.

Diketahui bahwa lemak visceral bisa memberikan peningkatan terhadap risiko kematian dini, penyakit jantung, diabetes, sampai dengan kanker.
Dilansir dari tempo.co, menurut informasi yang dirilis oleh Harvard Medical School, Healthday, serta NAD Aging Sciense, terdapat sejumlah cara sehat yang terbukti efektif dan dapat dilakukan untuk mengecilkan perut buncit.
- Ubah pola makan
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan The BMJ, menyatakan bahwa pola makan yang di dalamnya terdapat asupan tinggi gula tambahan serta karbohidrat olahan berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian yang disebabkan penyakit metabolik. Oleh sebab itu, makanan manis serta olahan dapat diganti dengan sejumlah makanan yang mengandung sumber gizi utuh, meliputi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Hindari minuman manis maupun camilan yang kandungan gulanya tinggi.
- Rutin berolahraga
Diketahui bahwa aktivitas fisik terbukti mampu untuk memberikan pengurangan terhadap lemak visceral dalam tubuh serta meningkatkan kebugaran pada bagian jantung. Berdasarkan sebuah studi yang berasal dari Italia dan Slovenia, memperlihatkan bahwa orang yang memiliki A Body Shape Index atau ABSI rendah, mempunyai kapasitas aerobik (VO2 max) lebih tinggi serta tekanan darah yang lebih rendah. Lakukan sejumlah aktivitas fisik seperti jalan cepat, lari, bersepeda, ataupun senam aerobik secara konsisten sedikitnya 150 menit per minggu.
- Cukupi waktu tidur
Kurangnya asupan tidur bisa menjadi pemicu dalam meningkatnya hormon kortisol serta ghrelin, yang di mana hal tersebut dapat merangsang nafsu makan dan juga penyimpanan lemak, khususnya di bagian perut. Dengan mencukupi kebutuhan tidur 7-8 jam setiap malam dapat membantu metabolisme untuk bekerja secara optimal serta menekan peradangan kronis. Hindari aktivitas begadang, dan juga biasakan untuk tidur serta bangun di jam yang sama setiap harinya.





