Di Perairan Bengkulu, Sebuah Kapal Nelayan Hilang Kontak Selama 30 Jam

Sebuah kapal nelayan dinyatakan hilang kontak selama 30 jam setelah berangkat menuju ke Pulau Enggano dari Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. (Source: Ilustrasi/Ivoox.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

Dilaporkan bahwa sebuah kapal nelayan dengan nama Kapal Motor (KM) Althaf dinyatakan hilang kontak selama 30 jam setelah berangkat menuju ke Pulau Enggano dari Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu dengan membawa tiga orang anak buah kapal atau ABK serta lima orang penumpang di dalamnya.

Mega Maysilva, selaku Humas Basarnas Bengkulu, mengungkapkan bahwa Tim SAR telah melakukan koordinasi bersama dengan sejumlah instansi terkait untuk melakukan pencarian terhadap keberadaan kapal tersebut.

“Kami sudah dapat informasi tersebut namun kapal nelayan itu tidak ada alat kontak hanya menggunakan ponsel. Informasi selanjutnya akan kami kabari,” kata Mega pada awak media melalui pesan singkat, Senin 26 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.

Tim SAR telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mencari kapal tersebut. (Source: RBTV.disway.id)

Dilansir dari tempo.co, pada saat dihubungi, Alamudin, selaku Kepala Desa Kaana di Pulau Enggano, menyatakan bahwa sampai dengan saat ini KM Althaf bersama para penumpangnya belum juga tiba di Pulau Enggano.

“Kapal berangkat dari Pelabuhan Pulau Baai pukul 15.00 WIB, Sabtu 24 Mei 2024 Sampai saat ini belum tiba di Enggano dan telah hilang kontak lebih dari 30 jam,” kata Alamudin, dilansir dari tempo.co.

Alamudin menyampaikan bahwa ada salah seorang warga Pulau Enggano yang ikut menaiki kapal itu, dan sempat memberikan kabar terkait keberangkatannya kepada keluarga yang berada di Pulau.

“Salah satu penumpang sempat kirim foto sebelum berangkat, mengabarkan keluarga yang ada disini,” ujar Alamudin, dalam laman tempo.co.

Alamudin mengatakan bahwa waktu yang ditempuh ketika menuju ke Pulau Enggano dari Kota Bengkulu, yakni selama 14 jam, yang di mana seharusnya KM Althaf sudah tiba di Pulau Enggano sejak kemarin siang. “Tapi hingga siang ini belum ada kabar,” katanya, dikutip dari tempo.co.

Dikabarkan bahwa sejak beberapa waktu yang lalu, pelabuhan Pulau Baai Bengkulu telah mengalami pendangkalan alur, yang di mana hal tersebut menyebabkan layanan transportasi laut menuju ke Pulau Enggano menjadi terganggu.

Dengan demikian, para masyarakat terpaksa menggunakan kapal nelayan untuk keperluan distribusi logistik pangan serta penumpang dari Pulau Enggano menuju ke Kota Bengkulu ataupun sebaliknya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today