Agar Dapat Melaksanakan Puncak Haji 2025, Berikut Beberapa Tips Persiapan Diri untuk Para Jemaah

Pemerintah meminta para jemaah haji Indonesia agar dapat membatasi segala aktivitas fisik berat. (Source: Ilustrasi/Unsplash.com/ibrahim uz)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Diketahui bahwa menjelang berlangsungnya puncak ibadah Haji 2025 pada awal Juni, pemerintah meminta kepada para jemaah haji Indonesia agar dapat membatasi segala aktivitas fisik berat yang tidak diperlukan. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan diri ketika akan menghadapi wukuf di Padang Arafah.

“Masih ada sekitar dua pekan sebelum puncak haji. Gunakan waktu ini untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Akhmad Fauzin, dalam keterangan resmi Kemenag, Rabu, 21 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.

Fauzin juga memberikan imbauan terkait kondisi cuaca yang saat ini tengah terjadi di Makkah, yang di mana pada saat berlangsungnya puncak haji, suhu diestimasikan bakal mencapai 45 sampai dengan 50 derajat Celsius.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan fisik menjelang pelaksanaan puncak haji 2025. (Source: Ilustrasi/Unsplash.com/Anderson Rian)

Oleh sebab itu, Fauzin menganjurkan kepada para jemaah agar dapat melaksanakan salat fardu di masjid hotel apabila tubuh dirasa tidak cukup kuat untuk pergi menuju ke Masjidil Haram.

Dilansir dari tempo.co, berikut merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan fisik menjelang pelaksanaan puncak haji 2025.

  • Mengurangi aktivitas di udara terbuka

Umumnya, para jemaah haji berusaha untuk menunaikan secara lengkap salat arbain, yakni salat berjemaah 40 waktu di Masjid Nabawi. Tetapi, jangan terlalu memaksakan diri apabila suhu udara tengah tinggi serta gejala dehidrasi mulai terasa.

  • Istirahat yang cukup

Memerlukan waktu berjam-jam bagi para jemaah haji Indonesia agar dapat sampai di kota Mekkah, dan juga proses pembagian kamar yang lama membuat jemaah menjadi sangat kelelahan. Jika sudah tiba di penginapan dan mendapat kamar, para jemaah diharapkan untuk segera beristirahat.

  • Minum air mineral yang cukup

Diketahui bahwa tingginya suhu udara di Makkah dapat menyebabkan terkenanya dehidrasi, yang di mana hal tersebut dapat dicegah dengan memperbanyak pengonsumsian air putih. Umumnya, masjid di sana menyediakan tempat untuk penampungan minum, sehingga bisa membantu para jemaah dalam mengusir dahaga.

  • Patuh pada kebijakan penyelenggara haji

Para jemaah haji dianjurkan agar dapat mematuhi segala kebijakan yang disampaikan oleh pihak penyelenggara haji, seperti di antaranya adalah imbauan mengurangi aktifitas fisik atau ibadah sunah, menghindari umrah pada siang hari, serta untuk para jemaah haji Lansia yang hendak melakukan aktifitas ibadah pastikan ditemani oleh pendamping.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today