Panitia Menemukan Ratusan Kasus Kecurangan Di SNBT 2025

Selama Seleksi Nasional Berbasis Komputer (SNBT) tahun 2025, ratusan kasus kecurangan ditemukan. (Sumber Foto : Canva.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 23 Second

Selama Seleksi Nasional Berbasis Komputer (SNBT) tahun 2025, ratusan kasus kecurangan ditemukan.

Dalam konferensi pers Pengumuman SNBT 2025 yang diadakan pada Selasa, 27 Mei 2025, di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta, Eduart Wolok, Ketua Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025, mengumumkan hal itu.

“Kalau total pelanggaran dari peserta itu di ratusan. Ya ada di ratusan. Tersebar (kasusnya). Ya daya upaya untuk melakukan kecurangan di pusat-pusat UTBK itu tersebar,” kata Eduart.

Kecurangan SNBT 2025 dilaporkan terjadi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. Berbagai modus kecurangan ditemukan, termasuk menyebarkan soal, merekam layar komputer, dan bekerja sama untuk mengerjakan soal SNTB 2025 di luar lokasi ujian.

Komite pun terus bekerja untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan SNBT hingga 2025. (Sumber Foto : Antara Foto)

“Kami mensinyalir saat ini itu ada kecurangan yang dalam bentuk jejaring dan terstruktur,” tambah Eduart.

Kecurangan jaringan dan terstruktur sudah diproses secara hukum, kata Eduart. Kecurangan personal, seperti membawa handphone saat ujian, langsung didiskualifikasi.

“Kalau misalnya kemarin itu laporan resmi di Universitas Hasanuddin ya, itu udah kurang lebih ada 10 orang yang sudah diproses, bahkan sudah ada yang ditahan,” lanjut Eduart.

Ia mengakui bahwa komite SNPMB selalu menemukan kecurangan dalam SNBT. Komite pun terus bekerja untuk meningkatkan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan SNBT hingga 2025.

“Dan memang di tahun ini kita mensinyalir sejak awal ada anomali-anomali data yang kita curigai dan itu kita lakukan investigasi lebih lanjut sehingga kita temukan seperti ini. Tetapi memang terlihat dengan jelas bahwasannya tahun ini upaya kecurangan itu memang terlihat lebih terstruktur, lebih masif dengan upaya-upaya yang sedemikian rupa untuk bisa mendapatkan hasil sebagaimana yang mereka harapkan,” kata Eduart.

Pada saat yang sama, Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), memperhatikan temuan yang menunjukkan bahwa ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaan SNBT tahun ini. Brian menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima kecurangan apa pun karena itu melanggar prinsip keadilan akademik.

“Kecurangan di konteks akademik sangat tidak sesuai dan tidak bisa ditolerir. Tindakan tegas akan dilakukan oleh panitia dan Kementerian. Ini adalah bentuk penghargaan kepada siswa yang telah berjuang keras dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” tegas Brian.

Sebelumnya, dinyatakan bahwa sebanyak 253.421 peserta UTBK SNBT 2025 lolos. Mereka tersebar di jenjang D3, D4, dan S1.

Menurut Eduart, tingkat keterdaftaran dan kelulusan untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) adalah 29,43%. Pengumuman akan dirilis pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 15.00 WIB.

Dari 83 539 peserta yang dinyatakan lulus, 33,2% atau 83 539 adalah peserta dengan KIP Kuliah.

145 PTN mengikuti SNPMB pada tahun 2025, terdiri dari 75 PTN dan 26 PTKIN sebagai PTN Akademik dan 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi.

“Total peserta SNBT Tahun 2025 adalah 860.976 peserta. Di antaranya 364 peserta difabel, yang terdiri atas 25.000 lulusan 2023 130.450 lulusan 2024, dan 705.526 lulusan 2025,” kata Eduart.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today