Anggota DPR: Penanganan Kasus Argo Harus Berdasarkan Keadilan, Bukan Status Sosial

seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), yang ditabrak mobil BMW oleh sesama mahasiswa UGM akhir pekan lalu. (Sumber Foto : Kumparan.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

Abdullah, anggota Komisi III DPR RI, mengatakan bahwa dalam menangani kasus kematian Argo Ericho Afandhi, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), yang ditabrak mobil BMW oleh sesama mahasiswa UGM akhir pekan lalu, keadilan harus menjadi prioritas daripada status sosial.

Selain itu, diduga adanya ketidakjelasan tentang bagaimana kasus ini ditangani, hal ini menarik perhatian publik di media sosial.

Abdullah meminta kepolisian yang menangani kasus meninggalnya Argo memberikan klarifikasi setelah banyak orang meragukan kredibilitasnya. (Sumber Foto : Kumparan.com)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM Chistiano Pengareppenta Pengidahen Tarigan, pengemudi BMW, disebut memiliki pengaruh besar. Penanganan kasus tersebut juga dikaitkan dengan status sosial ayah Christiano.

“Penanganan kasus Argo mesti berpihak pada keadilan, bukan status sosial,” kata Abdullah dalam siaran pers, Selasa (27/5/2025).

Selain itu, Abdullah meminta kepolisian yang menangani kasus meninggalnya Argo memberikan klarifikasi setelah banyak orang meragukan kredibilitasnya.

Ketika polisi tidak menangkap pelaku segera, ada keraguan. Aparat langsung menyatakan bahwa Christiano tidak mabuk. Selain itu, dikatakan bahwa dia telah memberikan sekitar Rp 1 miliar kepada keluarga Argo untuk pengobatan dan hal-hal lainnya.

“Polisi harus menjawab semua pertanyaan publik yang dianggap janggal,” ungkap Abdullah.

Dia juga meminta Polri untuk menggandeng Kompolnas dan Ombudsman dalam menangani kasus.

Dia berpendapat bahwa hal ini diperlukan untuk menjawab keraguan publik tentang penyelesaian kasus kematian Argo.

“Ini demi memastikan bahwa penanganan kasus Argo yang ditabrak Christiano tidak diintervensi, dan prosedurnya sesuai dengan peraturan yang berlaku serta tidak ada perlakuan diskriminasi yang mengistimewakan pihak tertentu dalam penegakan hukum,” jelas Abdullah.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu (24/5) dini hari di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, seperti yang diketahui.

Analisis polisi menunjukkan bahwa Christiano tidak konsentrasi ketika mengemudi mobil BMW yang dikemudikannya, sehingga menabrak Argo dan motornya, yang sedang putar arah di depannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today