Komdigi Sebut Alasan Pemerintah Blokir Archive.org Untuk Sementara

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memblokir akses sementara ke situs Internet Archive.org. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 49 Second

Pada Kamis (29/5/2025), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memblokir akses sementara ke situs Internet Archive.org.

Sebagai platform arsip digital global, Archive.org menyimpan miliaran dokumen, buku, rekaman audio, film, dan tangkapan layar situs web sejak awal internet.

Alasan Diblokir

Kementerian Komdigi mengatakan bahwa pemblokiran dilakukan karena situs tersebut mengandung konten pornografi dan perjudian online (judol).

Keduanya melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Indonesia dengan sangat parah. Sebuah pernyataan dari Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, menunjukkan bahwa pemblokiran ini tidak dilakukan dengan sengaja.

Dia menyatakan bahwa pemerintah telah berulang kali menghubungi pengelola Archive.org melalui surat resmi untuk meminta klarifikasi dan tindakan terkait konten yang melanggar hukum. Meskipun demikian, tidak ada tanggapan yang memadai.

“Langkah cepat harus diambil demi menjaga ruang digital yang sehat dan aman, apalagi jika konten tersebut membahayakan masyarakat, terutama generasi muda,” kata Alexander dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Jumat (30/5/2025).

Selain konten bermuatan pornografi dan judol, Kemkomdigi juga menemukan indikasi pelanggaran hak cipta di situs tersebut.

Kemkomdigi menemukan bahwa situs tersebut memiliki indikasi pelanggaran hak cipta selain konten pornografi dan judol.

Banyak karya seni, seperti buku, film, hingga perangkat lunak, diarsipkan dan dapat diunduh secara gratis, meskipun sebagian besar masih dilindungi oleh undang-undang kekayaan intelektual.

“Kami menghargai nilai sejarah dan literasi dari Archive.org, tapi tidak semua konten di sana punya status lisensi yang jelas. Jika ada karya anak bangsa diunggah tanpa izin, itu jelas merugikan kreator dalam negeri,” kata Alexander.

Kementerian Komdigi mengatakan bahwa pemblokiran dilakukan karena situs tersebut mengandung konten pornografi dan perjudian online (judol). (Sumber Foto : Kompas.com)

Dalam hal ini, pemerintah juga bertanggung jawab untuk melindungi industri kreatif lokal dari plagiasi digital, termasuk yang dapat ditemukan di situs web internasional seperti Archive.org.

Pemblokiran ini bukan tindakan permanen, kata Kemkomdigi. Alexander menyatakan bahwa akses dapat dipulihkan jika pihak Archive.org bersedia bekerja sama dan membersihkan konten bermasalah.

Dia menyatakan bahwa tindakan seperti ini merupakan jenis “diplomasi digital” yang sering dilakukan pemerintah dalam situasi di mana komunikasi tidak dapat dilakukan dengan platform global.

Negara lain seperti China, Rusia, India, dan Turki juga pernah memblokir Archive.org karena konten sensitif atau pelanggaran hukum lokal, menurut Komdigi.

“Kalau platform bisa patuh di negara lain, mereka juga harus patuh di sini,” tegas Alexander, sembari menambahkan bahwa Kemkomdigi tetap terbuka untuk berdialog selama ada itikad baik dari pihak pengelola Archive.org.

Masih dapat diakses secara gratis

Menurut pantauan KompasTekno pada Jumat (30/5/2025) pagi, URL Archive.org tetap dapat diakses secara gratis menggunakan salah satu provider internet tertentu di Indonesia tanpa menggunakan alat seperti Virtual Private Network (VPN).

Namun, halaman tersebut tidak dapat diakses ketika menggunakan provider lain.

Tentang Archive.org

Internet Archive adalah organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1996 dengan tujuan memberi semua orang akses ke pengetahuan.

Situs ini menawarkan layanan seperti Wayback Machine untuk memungkinkan pengguna mengakses salinannya dari halaman web yang mungkin sudah tidak ada lagi atau telah mengalami perubahan besar.

Selain itu, Internet Archive menyimpan jutaan file digital, termasuk buku langka, rekaman radio bersejarah, film dokumenter, komposisi musik klasik, dan bahkan perangkat lunak lawas.

Pelacakan jejak digital, verifikasi data, dan pelestarian budaya digital adalah semua tugas yang sering digunakan di situs ini.

Jika Internet Archive tidak ada, banyak informasi penting, termasuk literatur akademik, data terbuka, dan sejarah digital suatu lembaga atau masalah, akan menjadi sangat sulit untuk diakses.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today