Perlihatkan Senpi dan Mengaku Aparat, Seorang Pengendara Pajero Adu Mulut Karena Diklakson

Viral sebuah cuplikan video yang memperlihatkan seorang pengemudi mobil Pajero terlibat adu mulut dengan seorang pengendara lainnya. (Source: Ilustrasi/Istimewa via Tribunnews.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Tengah ramai di media sosial sebuah cuplikan video yang memperlihatkan seorang pengemudi mobil Pajero terlibat adu mulut dengan seorang pengendara lainnya yang berlokasi di Jalan Raya Jombang, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan cuplikan video yang diunggah oleh akun instagram @info_ciledug, seorang pengemudi yang diduga mengaku dirinya sebagai aparat keluar dari kendaraannya dengan mengenakan pakaian berwarna hitam.

Di dalam video tersebut, seorang pria yang merekam kejadian ini menyebut bahwa pengemudi mobil Pajero itu memiliki pistol atau senjata api, dan sembari teriak pengemudi Pajero mengatakan bahwa ia seorang aparat.

Seorang pria yang merekam kejadian ini menyebut bahwa pengemudi mobil Pajero itu memiliki pistol atau senjata api. (Source: Ilustrasi/Thinkstock via Kompas.com)

Dilansir dari Tempo.co, Dedi, sebagai salah satu saksi yang menyaksikan kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya langsung segera memisahkan keributan tersebut.

Tetapi, Dedi mengaku bahwa dirinya takut karena pria pengemudi Pajero hitam tersebut mempunyai senjata api. “Terus saya pisahin, ga lama saya lihat ada beceng, terus saya minggir abis itu ada bapak-bapak yang misahin. Pikiran saya mah masalahnya udah dari sono mungkin di bawa ke sini,” ujarnya, dikutip dari Tempo.co.

Tado, yang merupakan ayah dari korban, Rivaldo, pengendara mobil putih yang merekam aksi tersebut, mengaku bahwa peristiwa ini terjadi dikarenakan adanya klakson.

“Anak saya ngelakson dia karena memang berhenti seenaknya. Hal biasa, tapi sama dia diikuti sampai ke depan Indomaret itu,” kata dia, dilansir dari Tempo.co.

Menurut pengakuan sang ayah, ketika anaknya turun dari mobil, pria pengemudi Pajero hitam itu langsung meneriakinya dengan kata yang tidak mengenakkan.

“Anak saya takut tapi ini tidak bisa dibiarkan, kalau dia mengaku polisi atau TNI ini kan tidak dibenarkan. Saya tidak terima dan harus memberi efek jera agar dia tidak arogan lagi nantinya,” ujarnya, dalam laman Tempo.co.

Tado mengatakan bahwa hari ini ia bakal mendampingi anaknya untuk memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut ke Polsek Pondok Aren.

“Harus didampingi, ini tidak boleh lagi ada yang arogan, apalagi kalau memang misalkan dia sipil yah kan tidak boleh. Apalagi disini anak saya diancam mau diparanin ke rumah,” katanya, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today