Menurut Nanik S. Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 150 siswa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terkena keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN memeriksa rumah sakit dan polisi tentang jumlah korban keracunan MBG di sana sebelum mendapatkan data ini.
Hal tersebut disampaikannya sebagai tanggapan atas laporan bahwa 569 orang akibat keracunan MBG di Garut.
“Kan ditulis 400-500 sekian gitu. Ternyata sudah saya cek benar dan saya sudah dapat data dari polisi, dari rumah sakit, 150 (siswa),” ujar Nanik saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/9/2025).

Ia menyayangkan laporan bahwa 569 orang meninggal akibat keracunan MBG di Garut.
Nanik menyatakan bahwa data yang siap dibuktikan menunjukkan bahwa 150 siswa, bukan 569 keracunan MBG.
“Media memberitakan 500, kalau enggak percaya ini saya punya laporannya polisi. Jadi sekarang kita kerja sama juga dengan kepolisian, kerja sama dengan dinas kesehatan, jadi kita sekarang akan bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Nanik.
Dari 150 siswa yang terkena keracunan MBG, 120 di antaranya telah diizinkan untuk kembali ke sekolah.
Namun, 30 siswa lainnya masih perlu mendapatkan perawatan di puskesmas selama satu hari sebelum dapat dipulangkan.
“150 itu 120-nya langsung hari itu juga enggak dirawat, maksudnya cuma muntah, yang 30 sempat nginep di puskesmas dan sudah cuma satu hari pulang,” ujar Nanik.
Data Dinkes Garut
Kasus keracunan MBG telah terjadi di beberapa tempat belakangan ini. Yang pertama adalah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, di mana 569 siswa mengalami gejala muntah, mual, dan diare setelah makan menu MBG pada hari Jumat, 19 September 2025.
“Hingga saat ini jumlah yang diduga mengalami keracunan ada 569 orang (sampai 18 September 2025 malam),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, dikutip dari TribunJabar.id, Jumat (19/9/2025).
Dilaporkan bahwa 194 siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Dari siswa tersebut, 177 mengalami gejala ringan, dan 19 lainnya harus dirawat di Puskesmas Kadungora untuk perawatan intensif.
Kerugian Akibat Keracunan di Wilayah Lain
Di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, 230 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG, seperti yang terjadi di Garut.
Dari 230 siswa, 44 masih dirawat di Rumah Sakit Trikora Salakan di Kabupaten Banggai Kepulauan.








