Menjadi festival musik jazz pertama di Indonesia, Jakarta International Jazz Festival atau yang biasa dikenal dengan sebutan JakJazz, bakal diselenggarakan kembali setelah sempat terhenti beberapa tahun.
Diselenggarakan pertama kali pada tahun 1988 di Ancol, pembentukan festival musik JakJazz diprakarsai oleh musisi Ireng Maulana, yang merupakan legenda jazz Indonesia.

Diketahui bahwa JakJazz merupakan festival musik bernuansa jazz pertama di Indonesia sebelum munculnya sejumlah pagelaran lain, seperti Java Jazz, Prambanan Jazz, serta Bromo Jazz Festival.
Mengutip Tempo.co, Bitha, yang merupakan salah satu staf JakJazz, memperlihatkan wujud poster acara perdana dari festival musik JakJazz di tahun 1988, melalui unggahan dalam sosial media Instagram reels.
“Ada lebih dari 150 musisi dari berbagai negara seperti Ireng Maulana All Star, Phil Perry, dan juga Karimata,” katanya, hari Sabtu, 20 September 2025, dalam laman Tempo.co.
Sekadar informasi, JakJazz juga sempat diselenggarakan di beberapa lokasi selain panggung pertamanya di Ancol pada tahun 1988.
Sejumlah lokasi yang sempat menjadi latar pagelaran JakJazz di antaranya adalah di Plaza Timur Senayan tahun 1993 sampai 1995, serta di Pasar Festival Kuningan, Jakarta tahun 1996 hingga 1997.
Dinukil dari Tempo.co, acara terakhir JakJazz diketahui berlangsung pada tahun 2014, yang kemudian kembali diselenggarakan melalui prafestival JakJazz pada akhir tahun 2019.
Sejak pertama kali diselenggarakan, JakJazz telah menghadirkan sejumlah musisi jazz terkenal di Indonesia, seperti di antaranya adalah Idang Rasjidi, Benny Likumahuwa, Indra Lesmana, hingga Andien.
JakJazz juga sempat mengundang sejumlah musisi internasional, seperti Carmen Bradford dan Phil Perry dari Amerika Serikat, Bugz in the Attic dari Inggris, Pierrick Pedron dari Perancis, sampai Bela Szaloki dari Hungaria.








