Pada hari Rabu malam, 24 September 2025, telah terjadi sebuah aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan warga Israel, yang berlangsung di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, menurut informasi yang dikeluarkan oleh Anadolu dalam laman Tempo.co.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para massa menuntut agar segera dilaksanakannya pemulangan terhadap para tawanan.

“Sebelum kunjungan Netanyahu ke AS untuk menyampaikan pidatonya di Majelis Umum PBB, para pengunjuk rasa berkumpul malam ini di Bandara Ben Gurion,” demikian laporan dari situs berita Israel, Walla, dikutip dari Tempo.co.
Media itu menyampaikan bahwa para massa aksi unjuk rasa mengungkapkan penolakan mereka terhadap kebijakan Netanyahu yang ingin melanjutkan perang di Gaza, dan mereka juga meneriakkan agar para sandera segera dipulangkan.
Mengutip Tempo.co, sampai dengan saat ini, Tel Aviv mengestimasikan, terdapat 48 tawanan Israel di Gaza, yang mana 20 orang di antaranya masih dalam keadaan hidup.
Sedangkan, menurut laporan hak asasi manusia dan media Palestina serta Israel, di penjara Israel terdapat sekitar 11.100 warga Palestina yang hingga saat ini masih ditahan, dengan kondisi yang menderita, disiksa, kelaparan, serta pengabaian medis, yang mana telah merenggut nyawa banyak orang.
Diketahui bahwa sampai dengan saat ini, Hamas secara berulang kali telah menekankan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan terkait pertukaran tahanan parsial ataupun komprehensif.
Tetapi, Netanyahu tetap menjalankan serangannya ke Gaza, yang mana menurut para kritikus, hal itu mereka anggap sebagai sikap keras kepala untuk menjaga agar koalisi sayap kanan terus berkuasa.
Netanyahu direncanakan bakal berangkat untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada hari Kamis, 25 September 2025.
Dalam kunjungannya itu, berdasarkan informasi yang dirilis oleh harian Yedioth Ahronoth, Netanyahu bakal menyampaikan pidatonya pada hari Jumat, di hadapan Majelis Umum PBB di New York.
Kemudian, pada hari Senin mendatang, Netanyahu dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.








