Dalam Kasus Dugaan Beras Oplosan, 36 Orang Ditetapkan Bareskrim Menjadi Tersangka

Dalam kasus dugaan beras oplosan, 36 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. (Source: Ilustrasi/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/16)
0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

Dilaporkan bahwa dalam kasus dugaan beras oplosan yang terjadi di sejumlah daerah, 36 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri.

“Beras saat ini sudah 30 perkara, 36 tersangka,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jederal Helfi Assegaf di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, hari Kamis, 25 September 2025, dilansir dari Tempo.co.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigadir Jederal Helfi Assegaf menyebut, terdapat dua tersangka yang berkasnya sudah diserahkan ke Kejaksaan. (Source: via Detak.co)

Helfi mengungkapkan bahwa dalam kasus ini terdapat dua tersangka yang berkasnya sudah diserahkan ke Kejaksaan.

Mengutip Tempo.co, kedua tersangka ini tengah ditangani oleh pihak penyidik dari Kepolisian Daerah atau Polda Jawa Barat serta Polda Riau.

Dikabarkan bahwa sebelumnya, pihak Bareskrim Polri telah melakukan penetapan tersangka pada 28 orang yang berasal dari 25 kasus distribusi beras.

Helfi menyampaikan bahwa di dalam kasus ini, sebagian besar mengenai produksi beras, yang mana dengan adanya penegakan hukum ini, ia memiliki harapan agar para pelaku usaha tidak lagi melakukan kecurangan.

“Kami hanya menertibkan, tidak mencari-cari,” ujar Helfi dalam sebuah diskusi di gedung Ombudsman, hari Selasa, 26 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.

Helfi juga meminta kepada para produsen agar dapat mematuhi standar komposisi yang terdapat pada label kemasan untuk sejumlah produk yang nantinya bakal didistribusikan ke masyarakat.

Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh pihak kepolisian, sering kali para pelaku usaha menjual beras kemasan 5 kilogram tetapi tidak sesuai dengan komposisi yang tercantum di dalam labelnya.

Dinukil dari Tempo.co, salah satu contohnya adalah terdapat produsen yang menjual produk premium tetapi tidak mempunyai bukti hasil pengujian dari laboratorium.

“Jadi setelah digiling, beras langsung dikemas premium lalu jual,” kata Helfi, dalam laman Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today