Menurut keterangan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan dikutip dari Anadolu dalam laman Tempo.co, sejak berlangsungnya genosida Israel di Jalur Gaza dari bulan Oktober 2023, sedikitnya 65.502 warga Palestina telah tewas.
Dalam 24 jam terakhir, kementerian mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 83 jenazah yang telah dibawa menuju ke rumah sakit, sedangkan 216 orang lainnya mengalami luka-luka.

Hal tersebut membuat jumlah korban luka akibat terdampak serangan ini mengalami peningkatan menjadi 167.376 orang.
“Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” tambahnya, dikutip dari Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, kementerian sebelumnya juga telah memberikan laporan yang menyatakan bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, ada tujuh warga Palestina yang tewas, serta 50 orang lainnya mengalami luka akibat terkena tembakan dari tentara Israel ketika tengah berupaya untuk memperoleh bantuan kemanusiaan.
Insiden tersebut membuat jumlah total warga Palestina yang tewas ketika tengah mencari bantuan mengalami peningkatan menjadi 2.538 orang, yang di mana lebih dari 18.581 warga lainnya mengalami luka sejak beroperasinya Yayasan Kemanusiaan Gaza atau GHF milik Amerika Serikat pada tanggal 27 Mei, menggantikan sejumlah pusat bantuan PBB.
Diketahui bahwa sebelumnya pada tanggal 18 Maret, sejumlah pasukan Israel tetap melancarkan serangannya ke Jalur Gaza, yang mengakibatkan tewasnya 12.939 orang serta melukai 55.335 warga lainnya.
Dikabarkan bahwa serangan tersebut telah menggagalkan gencatan senjata serta perjanjian pertukaran tahanan yang sebelumnya telah disepakati pada bulan Januari.








