Trump Tekan Erdogan: Janji Cabut Sanksi Jet Tempur Turki Hentikan Pembelian Minyak Rusia

Trump menegaskan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa jika Ankara bersedia menghentikan impor minyak Rusia. (Sumber Foto : Andrew Harnik)
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Presiden AS Donald Trump menegaskan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa jika Ankara bersedia menghentikan impor minyak Rusia, sanksi akan dicabut dan Turki akan memiliki kesempatan untuk kembali ke program jet tempur F-35.

Dalam pertemuannya dengan Erdogan di Gedung Putih pada Kamis, 25 September 2025, Trump mengumumkan hal itu.

“Saya ingin dia berhenti membeli minyak dari Rusia selama Rusia masih melancarkan serangan brutal ini,” ujar Trump kepada wartawan sebelum pertemuan dimulai.

Trump menyatakan bahwa mereka berbicara “sangat serius” tentang upaya untuk meredakan ketegangan terkait program pesawat tempur. Jika pembicaraan berjalan lancar, bahkan ada kemungkinan sanksi terhadap Ankara atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Trump mengklaim bahwa Erdogan memengaruhi Vladimir Putin.

“Hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah tidak membeli minyak dan gas dari Rusia,” katanya menambahkan.

Tekanan Soal Minyak Rusia

Rusia memiliki empat mitra dagang terbesar dengan Turki. Data yang dikumpulkan oleh lembaga Bruegel di Eropa menunjukkan bahwa nilai perdagangan kedua negara tahun lalu mencapai 52 miliar dolar AS (sekitar Rp 872 triliun), sebagian besar untuk barang elektronik dan bahan bakar fosil.

Setelah mengubah perspektifnya pekan ini dengan menganggap Ukraina dapat menang dalam perang, Trump menuntut sekutu Barat untuk segera menghentikan impor energi dari Rusia.

Ia mengklaim tidak akan memberikan sanksi tambahan kepada Moskwa jika pembelian minyak dan gas Rusia terus berlanjut.

Skandal jet tempur F-35

Sejak enam tahun lalu, Turki telah dikeluarkan dari program jet tempur F-35 karena dikhawatirkan akan menciptakan celah keamanan bagi NATO karena pembelian sistem S-400 Rusia.

Masalah F-35 dan Rusia, keduanya juga berusaha memperbaiki perselisihan mengenai Gaza dan Suriah. (Sumber Foto : AFP/Eric Baradat)

Belum jelas apakah Trump dan Erdogan mencapai kesepakatan baru tentang F-35, tetapi Trump menyatakan bahwa pertemuan mereka membawa kemajuan.

“Pembicaraan ini sangat konklusif dalam banyak hal-hal yang kami inginkan, hal yang dia inginkan,” ujarnya.

Tentang kemungkinan sanksi terhadap sektor pertahanan Turkiye yang dicabut karena kontroversi rudal Rusia. ““Itu bisa dicabut hampir seketika,” kata Trump.

Selain masalah F-35 dan Rusia, keduanya juga berusaha memperbaiki perselisihan mengenai Gaza dan Suriah. Erdogan telah lama mengkritik Israel, sekutu utama AS dalam perang Gaza.

“Presiden Trump punya pengaruh yang luar biasa. Saya percaya kita bisa, bergandengan tangan, mengatasi semua kepahitan dan masalah di kawasan ini,” kata Erdogan melalui penerjemah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today