Baru-baru ini, tengah ramai menjadi perbincangan warganet di media sosial mengenai kasus hilangnya sebuah tempat minum atau tumbler milik salah seorang penumpang akibat tertinggal di dalam kereta rel listrik atau KRL komuter Tanah Abang – Rangkasbitung.
Mengutip Tempo.co, kasus tersebut diketahui bukanlah sebuah hal yang baru di dalam lingkungan perkeretaapian.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, pengelola salah satu stasiun paling padat di Pulau Jawa, melaporkan bahwa data terkait barang hilang dan ditemukan (Lost and Found) yang terjadi di beberapa stasiun di wilayahnya sejak awal tahun 2025, dikabarkan memiliki angka yang cukup tinggi.
Feni Novida Saragih, selaku Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa sejak periode bulan Januari sampai dengan Oktober 2025, terdapat total 994 unit barang.
Dari sejumlah barang tersebut, diperkirakan total nilainya mencapai hingga sebesar Rp 1,8 miliar, yang mana 84 persen di antaranya sudah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan 16 persen lainnya hingga saat ini masih dalam proses verifikasi.
Feni menjelaskan bahwa sejak berlangsungnya periode pertama di bulan Januari hingga Juni 2025, perkiraan nilai barang yang tertinggal di sejumlah stasiun KAI Daop 6 lebih dari Rp 1,3 miliar.
Dalam periode pertama tahun 2025, terdapat sebanyak 636 unit barang tertinggal yang berhasil diamankan dan langsung didata ke dalam sistem Lost and Found KAI.
Dinukil dari Tempo.co, sejumlah barang tertinggal yang berhasil ditemukan dan diamankan KAI Daop 6 di antaranya seperti laptop, telepon genggam, dompet, powerbank, makanan, serta berbagai macam barang pribadi lainnya.
Mayoritas barang tertinggal itu sudah kembali ke tangan pemiliknya usai menjalani sejumlah proses verifikasi, dengan persentase yang hampir mencapai 100 persen.








