Donatur Dibalik Perusakan Perkebunan Teh di Wilayah Pangalengan Masih Diburu Polisi

Dalang intelektual dalam kasus perusakan kebun teh di wilayah Malabar, Kecamatan Pangalengan, masih diburu polisi. (Source: Dok. Kecamatan Pangalengan)
0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

Dilaporkan bahwa pihak yang menjadi dalang intelektual dalam kasus perusakan kebun teh pada hari Selasa, 25 November 2025 lalu, di wilayah Malabar, Kecamatan Pangalengan, hingga saat ini masih diburu oleh Kepolisian Resor Kota atau Polresta Bandung.

Komisaris Besar Aldi Subartono, selaku Kapolresta Bandung, mengungkapkan bahwa dalam kasus tersebut, terdapat dua laporan yang saat ini sudah dinaikkan ke tahap investigasi.

Kapolresta Bandung Komisaris Besar Aldi Subartono menyebut, kasus perusakan ini sudah dinaikkan ke tahap investigasi. (Source: Kompas.com/M. Elgana Mubarokah

Dalam proses investigasi yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian, Aldi menyebut, fokus utamanya adalah memburu dalang intelektual dari aksi perusakan kebun teh di wilayah tersebut.

Dilansir dari Tempo.co, Aldi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil yang telah didapatkan di tempat kejadian perkara atau TKP, pihaknya berhasil menemukan tiga titik kerusakan.

“Kami akan mengejar siapa orang yang mendanai atau sebagai donatur yang memberikan uang kepada masyarakat untuk melakukan penebangan pohon-pohon teh ini,” ujar Aldi melalui keterangan tertulis, hari Sabtu, 29 November 2025, dalam laman Tempo.co.

Dikabarkan bahwa para pelaku yang menghancurkan perkebunan teh itu telah berhasil diketahui oleh pihak kepolisian, tetapi pengejaran bakal difokuskan pada dalang intelektual dibaliknya.

Mengutip Tempo.co, menurut keterangan yang disampaikan oleh pihak kepolisian, penyebab terjadinya insiden perusakan perkebunan teh di wilayah tersebut diduga kuat akibat untuk membuka beberapa lahan pertanian sayuran, misalnya kentang serta wortel.

Aldi menjelaskan bahwa perusakan perkebunan teh ini merupakan tindakan yang dampaknya sangat berbahaya untuk lingkungan di sekitar wilayah tersebut.

Hal ini dikarenakan tanaman teh yang usianya sudah mencapai 30 tahun memiliki akar kuat yang berfungsi sebagai penyangga alami air di wilayah pegunungan.

“Kalau dibongkar, maka tidak menahan air hujan. Pangalengan bisa tenggelam, yang rugi masyarakat,” kata Aldi, dinukil dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today