Dikabarkan bahwa proses perayaan Natal di kota Bethlehem, Tepi Barat, pada hari Rabu, 24 Desember 2025 berlangsung meriah untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober 2023, ketika perang Israel di Jalur Gaza dimulai.
Sejak berlangsungnya perang Israel, perayaan Natal di kota tersebut dibatalkan ataupun digelar secara sederhana.

Mengutip Tempo.co, sejak perang terjadi, pelaksanaan Natal di kota tersebut hanya untuk menghormati ribuan orang yang telah tewas akibat serangan Israel ke Gaza.
Hanna Hanania, selaku Wali Kota Bethlehem, mengungkapkan bahwa selama sebulan penuh pemerintah kota telah melaksanakan berbagai kampanye untuk menyampaikan pesan kepada dunia.
“Perdamaian adalah satu-satunya jalan di tanah Palestina,” ujar Hanania menurut informasi yang dirilis oleh Middle East Monitor, dalam laman Tempo.co.
Hanania menyampaikan bahwa kotanya siap untuk menyambut seluruh pengunjung yang hadir dari berbagai belahan dunia untuk merayakan Natal bersama.
Selain itu, pohon Natal ikonik Bethlehem di Alun-alun Manger juga kembali didirikan untuk pertama kalinya setelah pelaksanaan Natal dihentikan akibat perang Gaza dalam dua tahun terakhir.
Pastor Issa Thaljieh, seorang pemuka agama dari Gereja Ortodoks Yunani, menyatakan bahwa pesan Natal Betlehem yang diselenggarakan pada tahun ini menyampaikan pesan cinta serta perdamaian kepada seluruh dunia.
Walaupun perayaan Natal tahun ini terasa berbeda dan lebih meriah, tetapi ia mengatakan bahwa kegembiraan itu belum lengkap selama masih ada warga Palestina di Gaza yang terus mengalami penderitaan.
Dinukil dari Tempo.co, Betlehem merupakan sebuah tempat yang dihormati sebagai kota kelahiran dari Yesus Kristus.
Diketahui bahwa kota ini merupakan pusat spiritual serta wisata utama yang kerap menarik para peziarah Kristen dari seluruh dunia setiap bulan Desember untuk melaksanakan perayaan Natal serta mengunjungi situs bangunan Gereja Kelahiran.








