Pada hari Rabu, 24 Desember 2025, telah terjadi peristiwa gempa bumi yang menggetarkan wilayah Bengkulu sebanyak dua kali.
Dilaporkan bahwa peristiwa gempa pertama berlangsung pada siang hari di wilayah Bengkulu Selatan, yang kemudian pada malam harinya kembali terjadi gempa kedua di wilayah Mukomuko.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, peristiwa dua gempa yang melanda wilayah tersebut tidak memiliki potensi tsunami.
Dilansir dari Tempo.co, Suaidi Ahadi, selaku Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, mengungkapkan bahwa gempa pertama memiliki kekuatan sebesar M 4,6 yang berlangsung pada pukul 12.30 WIB.
Dikabarkan bahwa episenter gempa pertama berada di koordinat 4.46° Lintang Selatan serta 102.60° Bujur Timur, yakni di perairan laut 34 kilometer arah barat Bengkulu Selatan pada kedalaman 30 kilometer.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Sumatera,” ujar Suaidi melalui keterangan tertulisnya, hari Rabu, 24 Desember 2025, dikutip dari Tempo.co.
Sedangkan untuk gempa kedua memiliki kekuatan sebesar M 4,0 yang berlangsung pada pukul 20.34 WIB, dengan episenter gempa di koordinat 2.87° Lintang Utara serta 101.06° Bujur Timur, tepatnya di perairan laut 34 kilometer selatan Mukomuko pada kedalaman 23 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai,” jelas Suaidi, dalam laman Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, Suaidi menyampaikan bahwa dua aktivitas gempa yang melanda wilayah tersebut tergolong dangkal dikarenakan kedalamannya yang kurang dari 70 kilometer.
Jika dibandingkan dengan gempa dalam, biasanya gempa dangkal berpotensi memiliki guncangan yang lebih kuat di permukaan walaupun kekuatan magnitudonya sama.








