Pratikno, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), sebelas kabupaten di Provinsi Aceh telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat.
Perpanjangan ini dilakukan untuk memastikan bahwa wilayah tersebut benar-benar siap untuk memasuki fase pemulihan, kata Pratikno.
“Di Provinsi Aceh, masih ada 11 kabupaten yang akan memperpanjang status tanggap darurat, tapi saat ini masih dibahas,” kata Pratikno dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).
Sebaliknya, dari 52 kabupaten/kota yang terletak di tiga provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar, 12 telah memasuki fase pemulihan.
“Alhamdulillah berkat gotong royong kita semua, dari 12 kabupaten/kota di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, statusnya sudah masuk ke transisi ke fase pemulihan,” kata dia.
Pasca bencana, fase tanggap darurat bencana berkonsentrasi pada penyelamatan, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar korban.
Untuk pemulihan bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan untuk mengembalikan masyarakat ke kondisi normal.
Praktikno: Kami tidak mengambil cuti
Menurut Pratikno, tugas pemerintah saat ini jelas: memenuhi kebutuhan dasar keselamatan dan mempercepat pemulihan.
Akibatnya, ia menyatakan bahwa pemerintah tidak mengambil cuti untuk menangani keadaan yang terjadi setelah bencana banjir Sumatera, yang telah berlangsung selama sebulan.

“Kami hadir untuk memastikan percepatan langkah tanggap darurat dan langkah pemulihan dan tetap dijalankan, tetap dilaksanakan menjelang pergantian tahun ini. Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi masyarakat, menolong masyarakat yang terdampak bencana,” ucapnya.
Korban banjir Sumatera terkini, menurut BNPB, mencapai 1.135 orang pada 25 Desember 2025.
Wilayah Aceh Utara memiliki jumlah korban tewas tertinggi dengan 205 orang, disusul Tapanuli Tengah dengan 191 orang, dan Tapanuli Selatan dengan 133 orang.
Banjir Sumatera masih menewaskan 173 orang.








