Baru-baru ini, Google mengumumkan bahwa pihaknya tengah melakukan pengembangan terhadap salah satu fitur terbarunya yang memungkinkan para pengguna layanan Gmail untuk mengubah nama dari alamat surat elektronik mereka yang telah dibuat di masa lalu.
Dikabarkan bahwa fitur perubahan nama ini nantinya tidak bakal berpengaruh terhadap sejumlah data maupun file yang sebelumnya telah tersimpan di dalam Gmail.

Bedasarkan informasi yang dirilis oleh Android Authority dalam laman Tempo.co, sampai saat ini, Google telah menerapkan kebijakan yang sangat ketat terkait dengan alamat Gmail.
Dengan diberlakukannya kebijakan ini, para pengguna tidak bisa mengubah alamat email mereka setelah proses pembuatan selesai dilakukan.
Namun, dengan fitur terbaru yang tengah dikembangkan oleh Google ini, para pengguna nantinya bakal diizinkan untuk mengubah alamat email baru dan menggantikan alamat lama.
Menariknya, ketika pengguna telah mengubah ke alamat baru, alamat lama itu nantinya tidak bakal hilang melainkan berubah status menjadi alias.
Walaupun demikian, Google kemungkinan bakal memberlakukan batasan yang cukup ketat mengenai perubahan nama alamat email tersebut.
Dinukil dari Tempo.co, menurut bocoran yang dikeluarkan analis, mengemukakan bahwa nantinya para pengguna hanya diizinkan untuk mengubah nama alamat email mereka satu kali dalam periode 12 bulan.
Diperkirakan bahwa fitur perubahan nama alamat email ini bakal dirilis oleh Google secara bertahap mulai tahun 2026 mendatang.






