Target Pembongkaran 109 Tiang Monorel Rasuna Said Rampung pada September 2026

Pramono Anung memastikan bahwa tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dibongkar. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dibongkar dan area akan ditata ulang selama delapan bulan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh proyek selesai pada September 2026.

Pramono mengatakan bahwa pembongkaran 109 tiang monorel diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga bulan.

Setelah seluruh tiang dibongkar, lokasi bekas proyek monorel akan ditata.

“Target penyelesaiannya bulan September atau delapan bulan pengerjaan,” ujar Pramono saat menyaksikan langsung pembongkaran tiang monorel, Rabu (14/1/2026).

Pramono menyatakan bahwa perbaikan berbagai infrastruktur pendukung akan diperlukan untuk menata area Jalan HR Rasuna Said.

Perbaikan jalan, saluran air, trotoar, penerangan jalan umum, dan pembangunan taman adalah semua bagian dari proyek yang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan estetika lingkungan.

“Penataan dibuat jalan, kemudian saluran trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya dan juga tentunya estetika dari trotoar dan taman-taman yang ada,” kata Pramono.

Pramono menyatakan bahwa selama pembongkaran tiang monorel tidak akan ada penutupan jalan, karena itu dilakukan pada malam hari, dari pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB, untuk mengurangi dampak arus lalu lintas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh proyek selesai pada September 2026. (Sumber Foto : Kumparan)

Sementara itu, Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, memastikan bahwa pembongkaran dilakukan secara bertahap, dengan satu tiang dibongkar dalam satu malam.

“Jadi rekayasa lalu lintasnya adalah pertama tidak ada penutupan jalan. Dan karena pekerjaannya itu pada malam hari, dan sesuai rencana bahwa nantinya akan ada pemotongan tiang, itu rencana satu tiang satu malam,” kata Syafrin.

Selain itu, Syafrin menasihati pengendara agar menghindari kemacetan dengan memperlambat laju atau berhenti di jalan hanya untuk melihat proses pembongkaran.

“Seperti biasa, orang kita akan keponya tinggi. Jadi langsung memperlambat dan menengok untuk pelaksanaan pekerjaan. Kami harapkan jangan sampai ada, kami himbau ke pengendara, jangan sampai ada kendaraan yang kemudian berhenti pada saat dilakukan pekerjaan,” ungkap Syafrin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today