Dilaporkan bahwa pada Senin dini hari, 16 Februari 2026, telah terjadi sebuah peristiwa banjir yang melanda 34 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Peristiwa banjir ini disebabkan oleh meluapnya sejumlah sungai akibat hujan berintensitas tinggi yang telah mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.

Dilansir dari Tempo.co, Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa peristiwa banjir ini telah mengakibatkan sebanyak 5.214 kepala keluarga di Grobogan terkena dampak.
“Ancaman banjir susulan tetap ada,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, hari Senin, 16 Februari 2026, dikutip dari Tempo.co.
Abdul menyampaikan bahwa banjir yang telah menggenangi sejumlah desa di wilayah tersebut merupakan kiriman air yang berasal dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, serta Sungai Tuntang.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Grobogan, peristiwa banjir ini telah menggenangi sejumlah wilayah, yakni di Kecamatan Kedungjati, Kecamatan Tegowanu, Kecamatan Gubug, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Karangrayung, Kecamatan Geyer, Kecamatan Toroh, serta Kecamatan Pulokulon.
Dikabarkan bahwa sampai dengan hari Senin pukul 14.00 WIB, berdasarkan pantauan yang dilakukan di Bendung Sedadi, ketinggian muka air telah berada pada level siaga, dan terus mengalami penurunan.
“BNPB terus berkoordinasi bersama BPBD dan unsur terkait dalam upaya penanganan darurat, mulai evakuasi warga, distribusi logistik, monitoring lapangan, serta penguatan tanggul darurat yang dilakukan di sejumlah titik,” ucap Abdul, dalam laman Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Abdul telah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta selalu melihat informasi yang dirilis dalam laman resmi pemerintah daerah.
Selain itu, Abdul juga mengingatkan kepada masyarakat untuk segera mengungsi ke tempat yang aman jika debit air kembali mengalami kenaikan.






