Muhadjir Effendy, Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyatakan bahwa salah satu upaya untuk mencapai perdamaian adalah bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian, atau Board of Peace (BoP).
Disampaikannya setelah bertemu dengan para ulama dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam.

“Strategi yang beliau (Prabowo) pilih adalah yang disebut dengan strategy from within. Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam,” ujar Muhadjir, Kamis.
Selain itu, disebutkan bahwa Indonesia akan terus berpartisipasi dalam BoP dengan berpegang teguh pada prinsip politik bebas-aktif dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel,” ujar Muhadjir.
Selain itu, Prabowo tidak memutuskan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump dengan cepat.
Muhadjir mengungkapkan bahwa Prabowo telah berbicara dengan negara-negara Teluk secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk bergabung dengan BoP.
“Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta,” kata Muhadjir.
Akibatnya, Indonesia akan terus berusaha mencapai perdamaian di Palestina, terlepas dari hasilnya.
“Apapun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun apa Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin (BoP), di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang menjadi pegangan kita,” kata Muhadjir.
Forum yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Palestina
Sementara itu, Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), menyatakan bahwa BoP dianggap sebagai forum yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Palestina.
Prabowo disebut bertanya bagaimana Indonesia dapat berkontribusi terhadap perdamaian dunia tanpa forum spesifik.
“Karena forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini adalah di BoP,” ujar Nusron.
Selain itu, Prabowo dilaporkan tidak ingin membuat keputusan untuk mengundurkan diri dari keikutsertaan Indonesia di Board of Peace dengan cara yang terlalu gegabah.
“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” ujar politikus Partai Golkar itu.









