TNI Angkatan Darat (AD) menyelesaikan pembangunan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu dua setengah bulan, meskipun pasukan bekerja siang dan malam.
“Kalau misalkan dibilang AI, ya silakan saja. Ini siang dan malam, untuk mengejar target, biar masyarakat ini cepat pulih secara perekonomian, transportasi,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Donny mengatakan bahwa target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Maruli Simanjuntak tidak akan tercapai jika prajurit tidak bekerja siang dan malam.
Selain itu, prajurit TNI AD bekerja sama untuk menyelesaikan jembatan ini.
Donny mengatakan bahwa pembangunan ini dibuat untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus karena situasi geografis dan efek bencana.
“Dari total 218 ini, itu memang 80 persen adanya di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Di mana ada 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco, dan 82 jembatan perintis atau jembatan gantung,” ungkap Donny.
Di Provinsi Aceh, TNI AD membangun 88 jembatan, termasuk 14 jembatan perintis atau gantung, 34 jembatan Armco, dan 40 jembatan Bailey.
Selain itu, ada 49 jembatan di Sumatera Utara, termasuk 24 jembatan Bailey, 15 jembatan Armco, dan 10 jembatan perintis atau gantung.
TNI AD membangun 24 jembatan di Sumatera Barat, termasuk 11 jembatan Bailey, 10 jembatan Armco, dan 3 jembatan perintis atau gantung.
Selain di tiga provinsi tersebut, ada 57 jembatan tambahan yang dibangun di berbagai tempat. Dua di antaranya terletak di Jawa Tengah, jembatan Bailey.
Namun, ada 55 jembatan perintis gantung di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Donny menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut dimulai dengan upaya pemulihan setelah bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir Desember 2025.
Banyak akses transportasi masyarakat terputus karena bencana yang terjadi hampir bersamaan di beberapa wilayah.
Donny mengatakan bahwa satuan Zeni TNI AD di wilayah yang terkena dampak langsung terjun ke lapangan untuk memperbaiki dan membangun kembali jembatan yang rusak sejak awal.
Tiga komando daerah militer yang terpengaruh terlibat dalam upaya tersebut: Kodam Iskandar Muda, Kodam I/Bukit Barisan, dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Namun, kerusakan yang signifikan membuat TNI AD membutuhkan personel tambahan dari berbagai satuan zeni di daerah lain.
Jembatan-jembatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan menormalkan mobilitas masyarakat yang sebelumnya terisolasi.






