Bank Indonesia Soroti Lonjakan Transaksi QRIS, UMKM Jadi Penggerak Utama

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara melaporkan lonjakan signifikan pada volume Transaksi QRIS Sulawesi Tenggara sebesar 184,61% di triwulan IV 2025. (Merdeka.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Bank Indonesia mencatat lonjakan signifikan penggunaan QRIS dalam transaksi ritel harian masyarakat. Data terbaru menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan transaksi digital tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

QRIS yang awalnya banyak digunakan di pusat perbelanjaan dan restoran besar, kini semakin umum ditemui di warung, pedagang kaki lima, hingga pasar tradisional. Pergeseran ini menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi, dari penggunaan uang tunai menuju pembayaran digital yang lebih praktis.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Anastuty Kusumowardhani (kedua kanan) memberikan keterangan dalam taklimat media rangkaian acara Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) di Jakarta. (Antara News)

Bank Indonesia menilai adopsi QRIS oleh UMKM mempercepat inklusi keuangan karena pelaku usaha kecil yang sebelumnya tidak tersentuh sistem perbankan kini memiliki jejak transaksi yang terdokumentasi. Hal ini membuka peluang akses pembiayaan formal yang lebih luas karena riwayat transaksi dapat menjadi dasar penilaian kelayakan usaha.

Selain faktor kemudahan, peningkatan penggunaan QRIS juga dipicu oleh kebiasaan generasi muda yang lebih nyaman bertransaksi tanpa uang tunai. Di banyak lokasi, pembeli bahkan cenderung bertanya ketersediaan QRIS sebelum melakukan pembelian. Kondisi ini mendorong pedagang untuk ikut beradaptasi agar tidak kehilangan pelanggan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta saat membuka talkshow UMKM dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 (Antara News)

Bank Indonesia terus mendorong perluasan edukasi penggunaan QRIS ke daerah-daerah, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas UMKM. Tantangan yang masih dihadapi antara lain keterbatasan literasi digital serta kualitas jaringan internet di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, peningkatan transaksi digital ini turut membantu efisiensi pengelolaan uang kartal serta mengurangi biaya distribusi uang tunai. BI melihat tren ini sebagai bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional yang lebih modern, cepat, dan tercatat.

Seorang pembeli memilih suvenir di kios Zamrud Khatulistiwa yang menerima pembayaran menggunakan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pusat Suvenir Pontianak (PSP). (Antara News)

Perkembangan QRIS tidak hanya mengubah cara bayar, tetapi juga membentuk ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif, di mana pelaku usaha kecil memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh di tengah perubahan perilaku konsumen.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today