Kerap dianggap hanya disebabkan oleh cedera ataupun aktivitas berat, saraf kejepit merupakan salah satu kondisi kesehatan yang dapat timbul secara perlahan akibat kesalahan ketika melakukan kebiasaan sehari-hari.
Apabila kebiasaan yang salah itu dilakukan secara terus-menerus, maka dapat memberikan tekanan yang berulang pada bagian saraf yang bisa menjadi pemicu peradangan serta memperparah kondisi dari tulang belakang dan sendi.
Oleh sebab itu, agar dapat mencegah risiko terkenanya saraf kejepit dan tubuh tetap dalam keadaan sehat, perlu untuk mengenali serta menghindari beberapa kebiasaan yang bisa menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan ini.

Mengutip Tempo.co, berdasarkan informasi yang dirilis oleh NickWise dan EMC Healthcare, terdapat beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari yang bisa menjadi pemicu timbulnya saraf kejepit.
- Postur tubuh yang buruk
Menjadi kebiasaan sehari-hari yang dilakukan tanpa disadari, postur tubuh membungkuk ketika bekerja, mengemudi, hingga berdiri, dapat memberikan tekanan berlebihan pada bagian tulang leher.
Agar dapat mencegah hal tersebut, selalu jaga agar posisi kepala selaras dengan bahu, baik ketika dalam keadaan duduk ataupun berdiri. Pakailah kursi ergonomis yang dapat membantu punggung dan leher agar tetap sejajar, berdiri dengan posisi tegak serta bahu rileks ke belakang, dan jika diperlukan, gunakanlah alat koreksi postur.
- Menunduk lama ketika menggunakan gawai
Mengutip informasi dari Neckwise dalam laman Tempo.co, posisi menunduk ketika tengah mengoperasikan ponsel, tablet, ataupun laptop yang dilakukan dalam waktu yang lama, bisa memberikan tekanan beban besar pada bagian leher. Kebiasaan tersebut dapat menjadi pemicu timbulnya ketegangan otot serta meningkatkan risiko terkenanya saraf kejepit.
Untuk menghindari hal ini, ketika menggunakan ponsel, posisikan gawai sejajar dengan mata, atur posisi layar komputer selaras dengan mata, serta istirahat setiap 30 menit agar dapat melakukan peregangan pada otot leher.
- Posisi tidur yang salah
Posisi tengkurap ataupun menggunakan bantal yang tidak dapat menahan leher dengan baik ketika tidur, bisa mengakibatkan tulang belakang menjadi tidak sejajar serta menekan saraf pada bagian leher. Kerap kali kondisi tersebut menyebabkan nyeri hingga kaku pada bagian leher ketika bangun tidur.
Agar dapat terhindar dari hal tersebut, ketika tidur, pilih posisi telentang atau menyamping menggunakan bantal ortopedi maupun cervical yang di mana bisa membantu untuk menahan leher secara netral. Lalu, pastikan agar kasur mempunyai penyangga yang sesuai sehingga posisi tulang belakang tetap dalam keadaan yang alami sepanjang malam.









