Pemerintah Siapkan Dana Sebesar 6,5 Triliun Untuk Produksi Bansos Beras dan Minyak Goreng

pemerintah akan memberikan bantuan pangan beras dan minyak goreng melalui anggaran sebesar Rp 6,5 triliun. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Mulai Oktober 2025, pemerintah akan memberikan bantuan pangan beras dan minyak goreng melalui anggaran sebesar Rp 6,5 triliun.

Keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima sepuluh kilogram beras dan dua liter minyak goreng MinyaKita setiap bulan.

Menurut Arief Prasetyo Adi, kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), sekitar Rp 5,3 triliun dari anggaran tersebut dialokasikan untuk beras dan Rp 1,1 triliun untuk minyak goreng. Bantuan ini akan mencapai 18,27 juta orang di Indonesia.

“Rp 6,5 triliun itu untuk bantuan pangan dalam bentuk beras plus minyak goreng. Kalau bantuan pangan minyak goreng sekitar Rp 1,1 triliun. Lalu sekitar Rp 5,3 triliun untuk bantuan pangan beras. Jadi totalnya Rp 6,5 triliun,” ujar Arief di Kantor Kemenko Perekonomian, siarkan Selasa (23/9/2025).

Dana masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Arief berharap pencairan dapat dilakukan dengan cepat sehingga penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat dimulai pada bulan Oktober mendatang.

(KPM) akan menerima sepuluh kilogram beras dan dua liter minyak goreng MinyaKita setiap bulan. (Sumber Foto : Dok Bapanas)

“Memang anggaran belum ada di Badan Pangan. Nah berdasarkan rapat hari ini Badan Pangan Nasional mengajukan ke Kemenkeu. Targetnya Oktober kita mulai laksanakan,” paparnya.

Bansos makanan ini akan didistribusikan secara bersamaan selama bulan Oktober dan November. Sebanyak 365,5 ribu ton beras dan 73,1 ribu kiloliter minyak goreng akan didistribusikan.

Untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, pemerintah menambah minyak goreng ke dalam paket bantuan pangan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, terutama setelah kenaikan harganya pada Februari 2025.

Sebaliknya, beras masih dianggap sebagai komoditas yang paling banyak memengaruhi kemiskinan.

Kontribusi beras terhadap garis kemiskinan pada Maret 2025 tercatat 21,06 persen di perkotaan dan 24,92 persen di pedesaan.

“Untuk bantuan pangan beras dua bulan Oktober dan November itu memang sudah disetujui, dalam bentuk beras 10 kilo untuk 18,27 juta KPM. Kemarin ada usulan tambahan 2 liter minyak goreng dari Ketua Banggar DPR. Kita siapkan yang baik untuk masyarakat,” beber Arief.

Dengan alokasi Rp 6,5 triliun, pemerintah berharap bantuan pangan akan membantu masyarakat kecil mempertahankan kemampuan finansial mereka dan mengurangi efek inflasi pangan terhadap tingkat kemiskinan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today