Pidato Prabowo di PBB Dibahas oleh Netanyahu

Netanyahu menjadi kepala negara pertama yang berpidato pada hari keempat Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (26/9) . (Sumber Foto : Dok. AP Photo/Julia Nikhinson)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi kepala negara pertama yang berpidato pada hari keempat Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (26/9) waktu setempat. Dalam pidato selama sekitar 40 menit itu, ia sempat menyinggung pernyataan Presiden Prabowo.

“Saya mencatat, seperti yang saya yakin Anda juga, kata-kata penyemangat yang diucapkan di sini oleh Presiden Indonesia. Ini adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di antara semua negara, dan ini juga merupakan pertanda akan apa yang akan terjadi,” kata Netanyahu dalam pidatonya.

Netanyahu kemudian berbicara tentang kemajuan teknologi negaranya. Ia menyatakan bahwa banyak keuntungan yang dapat diperoleh negara-negara yang bekerja sama dengan Israel.

“Orang-orang Arab dan para pemimpin Muslim yang berpandangan jauh ke depan tahu bahwa bekerja sama dengan Israel akan memberi mereka teknologi-teknologi Israel yang inovatif, termasuk di bidang kedokteran, sains, pertanian dan air, pertahanan dan kecerdasan buatan, dan banyak bidang lainnya,” tutur Netanyahu.

Prabowo mengatakan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, tetapi dengan jaminan keamanan bagi Israel. (Sumber Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden)

“Saya yakin bahwa di tahun-tahun mendatang, Timur Tengah akan terlihat sangat berbeda. Banyak dari mereka yang berperang melawan Israel hari ini akan pergi besok,” tambahnya.

Sejumlah delegasi meninggalkan ruang sidang saat Netanyahu berpidato di Sidang Umum PBB.

Selain itu, demonstrasi pro-Palestina diadakan di sekitar gedung PBB di New York. Mereka menyuarakan Palestina bebas dan meminta penangkapan Netanyahu.

Pidato Prabowo

Saat berpidato di Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo memperjuangkan Palestina. Dia mengatakan bahwa perlu ada negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, tetapi dengan jaminan keamanan bagi Israel.

“Untuk mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat, kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel. Dengan cara itu, kita akan mendapatkan perdamaian yang sejati. Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi kecurigaan,” kata Prabowo di podium, Selasa (23/9).

Prabowo juga menyatakan akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina dalam KTT Dua Negara Penyelesaian yang diadakan di markas PBB sebelum Sidang Umum.

“Kita harus menjamin kenegaraan bagi Palestina. Namun, Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, maka Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan mendukung segala jaminan bagi keamanan Israel,” ujar Prabowo pada Senin (22/9).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today