Tangani Produk Cengkeh yang Terpapar Zat Radioaktif, Pelabuhan Tanjung Perak Ditutup Sementara

Kontainer bermuatan cengkeh yang dikembalikan dari AS akibat diduga terpapar zat radioaktif Cs-137, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Source: Ilustrasi/Istimewa via Bisnis.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

Dilaporkan bahwa pada hari Sabtu, 1 November 2025, sebuah kontainer bermuatan cengkeh yang dikirimkan kembali dari Amerika Serikat (AS) akibat diduga telah terkontaminasi oleh zat radioaktif Cs-137, tiba di Terminal Petikemas Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, ungkap Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137.

“Telah dilakukan penanganan dengan menutup kawasan pelabuhan,” kata Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cesium-137 Bara Hasibuan melalui keterangan tertulis, hari Senin, 3 November 2025, dikutip dari Tempo.co.

Kontainer dan muatan produk cengkeh di dalamnya telah diperiksa oleh Bapeten. (Source: Ilustrasi/Pixabay via Kompas.com)

Dilansir dari Tempo.co, Bara mengungkapkan bahwa proses penutupan area pelabuhan tersebut dilaksanakan oleh sejumlah pihak, di antaranya meliputi satgas, kesyahbandaran, serta otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabya.

Penutupan area pelabuhan itu bertujuan agar pihak terkait dapat melakukan penanganan terhadap kontainer yang muatan di dalamnya diduga telah terpapar zat radioaktif itu.

Bara menyampaikan bahwa kontainer beserta muatan di dalamnya yang berisikan produk cengkeh milik PT NJS itu telah diperiksa oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Bapeten, Bara mengatakan bahwa ditemukan kontaminasi yang terdapat di beberapa bagian pada produk cengkeh tersebut.

Bapeten juga dikabarkan telah mendapati adanya kontaminasi paparan zat radioaktif Cs-137 yang terdapat di bagian dalam kontainer.

Sedangkan, untuk bagian luar kontainer, Bapeten tidak mendapati adanya kontaminasi paparan zat radioaktif Cs-137.

Mengutip Tempo.co, saat ini, Bara menyebut, pihak Bapeten tengah melaksanakan proses pemilahan dari sejumlah produk cengkeh yang ada di dalam kontainer itu.

Proses itu dilakukan agar dapat memisahkan antara produk cengkeh yang terkontaminasi dengan produk cengkeh yang bersih.

Bara mengatakan bahwa sejumlah produk cengkeh yang terkontaminasi paparan zat radioaktif itu bakal disegel untuk menjalani proses dekontaminasi, yang kemudian akan dimusnahkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today