Dikabarkan bahwa provinsi Aceh bakal mengalihkan pendistribusian program makan bergizi gratis atau MBG untuk penanganan darurat para korban terdampak akibat hantaman sejumlah bencana dalam seminggu terakhir di wilayah Pulau Sumatera.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Aceh pada hari Sabtu, 29 November 2025, terdapat 52 unit layanan yang tengah bergerak menuju ke sejumlah wilayah terdampak untuk mendistribusikan sebanyak 185.049 paket makanan yang nantinya bakal diberikan kepada para pengungsi.

“Di 11 kabupaten dan kota yang dilanda banjir, ada 52 SPPG yang beroperasi. Total paket makan bergizi yang didistribusikan pada 26, 27, dan 28 November mencapai 185.049 paket,” ujar Kepala Regional Badan Gizi Nasional Aceh Mustafa Kamal melalui keterangan resmi, hari Minggu, 30 November 2025, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Presiden Prabowo Subianto diketahui telah memberikan arahan sejak hari pertama terjadinya bencana di Pulau Sumatera untuk meningkatkan proses penanganan, meliputi di antaranya yakni pemenuhan kebutuhan dasar dari para pengungsi.
Dalam perintah yang disampaikannya itu, Prabowo meminta agar para korban terdampak mendapatkan pelayanan yang baik serta berbagai macam bantuan lainnya tanpa penundaan.
Dilaporkan bahwa Muzakir Manaf, selaku Gubernur Aceh, sebelumnya sempat menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi usai terjadinya berbagai bencana, seperti banjir hingga longsor, yang menghantam sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Pemberlakuan status darurat itu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Aceh usai menyelenggarakan rapat terbatas pada hari Kamis, 27 November 2025, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Banda Aceh, mengenai siaga bencana banjir.
Sekadar informasi, diketahui bahwa cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini telah memicu berbagai bencana di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.
Dinukil dari Tempo.co, Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, mengungkapkan bahwa bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah ini mengalir deras hingga merusak dan menghancurkan bangunan milik warga.
“Arus air juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga,” kata Abdul melalui keterangan tertulis, hari Rabu, 26 November 2025, dalam laman Tempo.co.








