Dr. Lisa Su, yang merupakan seorang CEO dari perusahaan multinasional Advanced Micro Devices atau AMD, telah dinobatkan menjadi CEO of the Year 2024 versi Time.
Dikabarkan bahwa penobatan tersebut bertepatan dengan tahun ke-10 ia bekerja di perusahaan AMD sejak menjabat sebagai CEO pada tahun 2014, menyusul ulang tahun AMD yang ke-55 di awal tahun ini.
Dr. Lisa Su diketahui telah memperoleh tiga gelar, termasuk di antaranya yakni PhD dari MIT, lalu menghabiskan 13 tahun berkarir di IBM dalam sejumlah peran teknik serta kepemimpinannya, sebelum pada akhirnya di tahun 2012 ia bergabung dengan AMD.

Dilansir dari Kabarindo.com, Dr. Lisa Su mendedikasikan karirnya untuk mempelopori desain chip yang inovatif serta dianggap sebagai pionir dalam industri semikonduktor.
Diketahui bahwa penghargaan CEO of the Year 2024 versi Time merepresentasikan penilaian terhadap para pemimpin yang memberikan dampak luar biasa bagi industri serta dunia sepanjang tahun 2024.
Dr. Lisa Su mendapat penghargaan CEO of the Year 2024 versi TIME sebagai pengakuan terhadap kepemimpinannya serta komitmen AMD untuk memajukan masa depan AI melalui infrastruktur, solusi dan ekosistem terbuka AI secara menyeluruh.
AMD dikabarkan telah menjadi salah satu perusahaan hebat dan terkemuka di dunia, dengan kapitalisasi pasar yang tumbuh dari 2 miliar dollar AS (Rp 32,1 triliun) hingga menjadi lebih dari 200 miliar dollar AS (Rp 3214,5 triliun) dalam kurun waktu 10 tahun.
Dengan prosesor AMD EPYC, perusahaan tersebut telah mengalami peningkatan pangsa pendapatan server dari awalnya berada diangka 1% naik menjadi hampir 34%, yang juga didorong oleh peralihan strategis Lisa ke data center, pasar komersial serta akhirnya pasar embedded.
Diketahui bahwa teknologi AMD mendukung 50% dari 10 superkomputer terkencang serta 40% dari 10 superkomputer paling hemat energi di dunia.
AMD dilaporkan telah melakukan akuisisi beberapa perusahaan untuk mendiversifikasi serta memperkuat portofolio AMD, di antaranya adalah Silo AI, sebuah lab AI terbesar di Eropa; ZT Systems, penyedia infrastruktur AI untuk hyperscaler; Pensandio, perusahaan jaringan data center; serta Xilinx, perusahaan komputasi adaptif; yang menjadi penanda dari transaksi semikonduktor terbesar dalam sejarah.
Investasi yang dilakukan AMD dalam R&D telah meningkat sebesar 5x lipat, dari 1 miliar dollar AS (Rp 16 triliun) pada tahun 2014 hingga menjadi 5,9 miliar dollar AS (Rp 94,8 triliun) pada tahun 2023, sedangkan untuk investasi yang mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS (Rp 16 triliun) dalam kurun waktu 12 bulan terakhir telah memperluas ekosistem dari AMD AI serta memperkuat kemampuan terhadap software AI-nya.








