Tiga ASN Kemenhub Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi DJKA

Tiga Aparatur Sipil Negara Kementerian Perhubungan tengah dilakukan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus korupsi DJKA Kemenhub. (Source: Humas KPK)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Pada hari Senin, 16 Desember 2024, Tiga Aparatur Sipil Negara Kementerian Perhubungan atas nama Zulfan Yafi, I Made Adi Widyatyana, serta Trijanto Brodjo, tengah dilakukan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus korupsi DJKA Kemenhub.

Mereka diperiksa sebagai saksi atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket pekerjaan 6 Perbaikan Perlintasan Sebidang Wilayah Jawa dan Sumatera tahun anggaran 2022.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Desember 2024, dikutip dari tempo.co.

Mereka diperiksa sebagai saksi atas dugaan tipikor pengadaan paket pekerjaan 6 Perbaikan Perlintasan Sebidang Wilayah Jawa dan Sumatera tahun anggaran 2022. (Source: KOMPAS.com/Haryanti Puspa Sari)

Dilansir dari tempo.co, dalam pemeriksaan saksi ASN Kemenhub tersebut, pihak penyidik KPK mendalami pengaturan lelang yang dilakukan oleh kelompok kerja atau pokja, penerimaan-penerimaan fee oleh anggota pokja, serta melakukan penyitaan terhadap bukti pengembalian uang ke kas negara.

KPK sudah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemeliharaan jalur kereta api di Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan atau DJKA Kemenhub.

Diketahui bahwa ketiga tersangka tersebut adalah ketua dari pokja yang bertanggung jawab terkait pengadaan proyek.

Asep Guntur Rahayu, selaku Direktur Penyidikan KPK, mengungkapkan bahwa peran dari ketiga tersangka tersebut adalah sebagai pihak yang mengatur perusahaan pemenang untuk menggarap proyek.

Tiga Ketua Pokja tersebut yaitu Hardho, Edi Purnomo, dan Budi Prasetiyo. Hardho memiliki tugas untuk mengurusi paket peningkatan jalur kereta api di wilayah Lampegan-Cianjur pada tahun 2022 sampai 2023.

Edi bertugas untuk mengurus pekerjaan perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra pada tahun 2022.

Kemudian, Budi memiliki tugas untuk mengurus pemilihan penyedia barang atas jasa dalam paket pekerjaan pembangunan Jalur Ganda KA Elevated antara Solo Balapan-Kadipiro pada tahun 2022 sampai 2024. Dia juga dikabarkan telah mengurusi beberapa proyek di BTP Kelas 1 Semarang.

Asep menjelaskan bahwa para tersangka korupsi DJKA Kemenhub tersebut memiliki peran dalam memainkan lelang dengan cara membocorkan harga perkiraan sendiri dari tiap paket, agar perusahaan yang telah ditunjuk dapat mengajukan penawaran lebih rendah agar terpilih. “Atas perbuatan pengaturan lelang, pokja mendapatkan fee,” ujar Asep, dikutip dari tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today