Rupiah Jeblok,Modal Asing Keluar Mencapai Rp 8,81 Triliun

BI sudah mencatat bahwa dari 16-19 Desember 2024 terjadi aliran modal keluar mencapai sebesar Rp 8,8 triliun. (Sumber Foto : Freepik)
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Bank Indonesia (BI) sudah mencatat bahwa dari 16-19 Desember 2024 terjadi aliran modal keluar mencapai sebesar Rp 8,8 triliun.

Maka dari itu, Aliran tersebut keluar dari pasar saham, pasar Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah BI (SRBI).

Untuk rinciannya, modal asing yang keluar dari pasar saham mencapai sebesar Rp 3,67 triliun, dari pasar SBN mencapai Rp 4,43 triliun. dan dari SRBI mencapai Rp 0,71 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 16-19 Desember 2024, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 8,81 triliun,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya dikutip Sabtu (21/12/2024).

Meski demikian, berdasarkan data pembayaran (year ti date/ytd) hingga 19 Desember 2024, aliran masuk modal asing neto atau pembelian bersih tercatat sebesar Rp 17,45 triliun pada seluruh perdagangan di bursa.

Selanjutnya terjadi pembelian bersih senilai Rp 37,81 triliun di pasar SBN dan pembelian bersih senilai Rp 171,97 triliun di SRBI.

Seiring masuknya modal asing ke Indonesia pada minggu ini, presmi risiko investasi atau premit credit default swaps (CDS) lima tahun Indonesia juga meningkat sebesar Rp 75,79 bps per 19 November 2024 dibandingkan level sebelumnya. meningkat secara signifikan per 19 November 2024 menjadi Rp 71,81 bps per 13 November 2024.

Berdasarkan data pembayaran (year ti date/ytd) hingga 19 Desember 2024, aliran masuk modal asing neto atau pembelian bersih tercatat sebesar Rp 17,45 triliun pada seluruh perdagangan di bursa. (Sumber Foto : Pixabay/Mohammad Trilaksono)

Selanjutnya, terungkap pula bahwa imbal hasil SBN tenor 10 tahun pun turun hingga ke level 7,07% begitu pula dengan yield surat utang AS atau US Treasury tenor 10 tahun yang naik ke level 4,562%.

Keluarnya dana luar negeri ke Indonesia pada minggu ini juga menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi dan terus berada di atas Rp 16.000 per dolar AS.

Pada hari Kamis (19/12/2024) nilai tukar rupiah di tutup di level Rp 16.285 per dollar AS, kemudian ketika dibuka pada perdagangan Jumat (20/12/2024), kurs rupiah semakin tertekan di level Rp 16.290 per dollar AS.

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” tutup Ramdan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today