Pengembangan dari Indonesia Central Cloud Region, sebuah pusat data lokal milik Microsoft, dipastikan bakal tetap berjalan sesuai dengan rencana.
Dikabarkan bahwa Microsoft telah menyangkal sejumlah pemberitaan yang dirilis oleh media asing terkait dengan penundaan proyek pusat data yang tengah berlangsung di berbagai negara, salah satu di antaranya adalah Indonesia.

“Kami menyatakan Indonesia Cloud Region masih on track (sesuai rencana) untuk meluncur pada kuartal kedua 2025,” begitu bunyi pernyataan resmi Microsoft Indonesia, Kamis, 10 April 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Endgadget sempat memberikan ulasan yang menyatakan bahwa Microsoft menunda atau memperlambat proyek pembangunan pusat data yang terletak di sejumlah negara.
Awalnya, Microsoft telah menyampaikan bahwa pihaknya bakal mengeluarkan dana yang mencapai sebesar US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.347 triliun, dalam proyek pusat data sepanjang tahun fiskal 2025.
Dilaporkan bahwa fasilitas data tersebut bakal dibangun di berbagai negara seperti Indonesia, Inggris, Australia, dan juga sejumlah negara bagian yang berada di Amerika Serikat, meliputi Illinois, North Dakota, dan Wisconsin.
Diketahui bahwa di dalam sejumlah pemberitaan yang dirilis oleh media asing, Microsoft disebut menghentikan ataupun menarik diri dari negosiasi terkait dengan pembangunan infrastruktur pusat data.
Akhirnya, baik manajemen secara global maupun pihak Microsoft Indonesia kemudian membantah kabar tersebut dengan merilis sebuah pernyataan resmi.
Dharma Simorangkir, selaku President Director Microsoft Indonesia, menjelaskan bahwa peluncuran cloud region yang bakal dilakukan pada kuartal kedua tahun ini adalah bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat infrastruktur digital.
“Dan mendukung ekonomi digital,” kata Dharma kepada awak media di Jakarta pada 12 Maret 2025, dalam laman tempo.co.
Dharma menyatakan bahwa Indonesia Central bakal menjadi bagian dari jaringan global 60 cloud region Microsoft Azure yang tersebar di seluruh dunia.
Dharma berharap agar Indonesia Central dapat mempercepat adopsi dari teknologi cloud yang digunakan dalam sejumlah sektor.








