Baru-baru ini Moskow menunda partisipasinya dalam perjanjian Laut Hitam setelah menuding Ukraina melakukan serangan pesawat tak berawak di Crimea. Pemerintah Barat mendesak Russia untuk tidak menarik diri dari perjanjiannya mengenai biji-bijian, karena pemerintah barat menilai Langkah tersebut merupakan sebuah langkah yang merusak upaya untuk meredakan krisis pangan global.
Melansir dari Aljazeera.com, bahwasanya Kesepakatan Turki yang diawasi oleh PBB ditandatangani oleh Russia dan Ukraina pada Juli, di mana Moskow memberi izin kepada kapal yang membawa gandum meninggalkan pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Kesepakatan tersebut telah menghasilkan ekspor lebih dari 9 juta ton gandum Ukraina dan akan diperpanjang pada 19 November mendatang.

Sebuah kapal dengan muatan 40.000 ton biji-bijian menuju Ethiopia tidak dapat meninggalkan pelabuhan Laut Hitam Ukraina pada hari Minggu yang merupakan bentuk dari penundaan kesepakatan Russia, ujar Menteri Infrastruktur Ukraina, Oleksandr Kubrakov. Sejak Minggu Pagi, sekitar 176 kapal bermuatan biji-bijian tidak dapat berlayar dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Di sisi lain, kapal-kapal tersebut ditujukan untuk tujuh juta orang yang membutuhkan.
Russia memblokir pengiriman dari Ukraina, salah satu pengekspor biji-bijian utama dunia, sebagai langkah atas apa yang disebutnya serangan pesawat tak berawak dari Ukraina pada hari sebelumnya di markas Armada Laut Hitam di dekat pelabuhan Sevastopol.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden pada hari Sabtu menanggapi langkah itu dan mengatakan hal tersebut sangat keterlaluan. Dengan adanya pengambilan langkah tersebut, hanya akan menambahkan angka kelaparan. Sementara, Menteri Luar Negeri AS ,Antony Blinken menuduh Moskow menggunakan makanan sebagai senjata.
Dilansir dari Aljazeera.com, Pada hari Minggu, Duta besar Russia di Washington AS menanggapi tanggapan AS terhadap Russia dengan membuat pernyataan palsu tentang langkah Russia. Kementerian Pertahanan Russia mengatakan, Ukraina menyerang Armada Laut Hitam di dekat Sevastopol dengan 16 pesawat tak berawak pada Sabtu pagi, serta angkatan laut Inggris membantu mengoordinasikan serangan tersebut. Serangan tersebut dianggap sebagai serangan teroris hingga Russia mengatakan telah menahan serangan tersebut tetapi kapal-kapal yang ditargetkan terlibat dalam mengamankan koridor gandum dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina.






