1.300 unit Satelit SpaceX Offline Akibat Masalah Pendanaan, Militer Ukraina Mengalami Pemadaman Komunikasi

Foto antena satelit Starlink yang diambil pada tanggal 25 September di Izyium, Wilayah Kharkiv. (Photo: gettyimages.com/Yasuyoshi Chiba)
0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Kekhawatiran Ukraina terhadap kemungkinan pasukannya akan kehilangan akses layanan internet Starlink milik Elon Musk diperdalam setelah 1.300 unit satelit militer offline, berdasarkan dua sumber yang mengetahui kejadian tersebut. Sebuah piringan satelit kecil dan fleksibel buatan perusahaan roket swasta SpaceX milik Elon Musk telah diakui dan dipuji secara universal sebagai sumber komunikasi yang sangat berguna bagi militer Ukraina karena memungkinkan untuk tetap online meskipun jaringan telepon seluler dan internet telah dihancurkan dalam peperangan melawan Rusia. Namun baru-baru ini kekhawatiran tersebut meningkat setelah diskusi SpaceX terkait dengan pendanaannya terungkap dan dilaporkan akan adanya pemadaman di garis depan.

Dilansir dari laman edition.cnn.com, melaporkan, SpaceX pertama kali mengirim surat pada bulan September kepada Pentagon yang mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan hampir sekitar $100 juta untuk mendanai Starlink di Ukraina dan menyatakan bahwa mereka tidak dapat melanjutkannya lagi. Surat yang telah dikirimkan itu meminta agar Departemen Pertahanan mengambil alih lebih banyak pendanaan untuk dapat mendanai militer Ukraina, yang diperkirakan mencapai puluhan juta dolar per bulannya.

Satelit Starlink buatan SpaceX milik Elon Musk yang digunakan oleh militer Ukraina dalam berkomunikasi. (Photo: twitter.com/Fedorov Mykhailo)

Beberapa hari setelah laporan CNN, Musk mengklaim bahwa SpaceX telah menarik permintaan itu. Musk menyatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan dana kepada pemerintah Ukraina secara gratis. Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan jika negosiasi yang dilakukan antara SpaceX dan Departemen Pertahanan akan terus berlanjut walaupun adanya klaim dari Musk bahwa SpaceX menarik kembali permintaannya.

Pemadaman baru-baru ini dimulai pada tanggal 24 Oktober dan digambarkan oleh seseorang yang diberi arahan mengenai situasi tersebut sebagai “masalah besar” bagi militer milik Ukraina. Orang ini menyebutkan bahwa terminal-terminal tersebut telah diputuskan karena adanya kekurangan dana. Namun sebelum terminal-terminal itu diputuskan secara total, Kementerian Pertahanan Ukraina mengajukan permintaan kepada rekan-rekan inggris mereka pada awal Oktober untuk mengambil tagihan bulanan sebesar $3,25 juta.

Setelah diskusi antara kementerian, seorang pejabat Inggris menyatakan “disepakati bahwa adanya kemampuan militer prioritas yang lebih tinggi.” Diketahui Inggris menerbangkan ribuan pasukan Ukraina ke Inggris untuk mendapatkan peltihan sebelum mereka dikembalikan ke garis depan. “Kami mendukung adanya sejumlah terminal yang memiliki kegunaan taktis langsung bagi militer Ukraina dalam mengusir invasi yang dilakukan oleh Rusia,” ujar pejabat Inggris itu kepada CNN.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today