Kemenhaj Sediakan 23 Dapur untuk Jemaah Haji di Madinah

Jemaah haji Indonesia dapat menggunakan 23 dapur katering yang disediakan oleh Kementerian Haji (Sumber Foto : Andhika Wahyu)
0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Jemaah haji Indonesia dapat menggunakan 23 dapur katering yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia di Madinah.

Seluruh dapur telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan, kata Beny Darmawan, Kasi Konsumsi Daker Madinah.

“Sebanyak 23 dapur katering dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Seluruh dapur sudah diseleksi dan siap melayani jemaah haji Indonesia,” ujar Beny di Madinah, dikutip dari siaran pers, Selasa (21/4/2026).

Mulai dari ketersediaan bahan baku hingga tenaga juru masak, juga telah dipastikan kesiapannya. (Sumber Foto : haji.go.id)

Jemaah akan makan 27 kali atau tiga kali sehari selama sembilan hari di Madinah, mengikuti pola makan orang Indonesia.

“Tidak hanya jumlah, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama agar tetap sesuai dengan selera jemaah,” kata Beny.

Seluruh bumbu masakan dibawa langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan untuk menjaga citarasa khas Indonesia.

Selain itu, Beny mengatakan bahwa setiap dapur harus memiliki setidaknya dua koki utama dan empat asisten dari Indonesia.

“Ketentuan ini wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah melaksanakannya,” tutur dia.

Kemenhaj juga memperhatikan jemaah lanjut usia, makanan dapat diubah, seperti membuat nasi lebih lunak atau menjadi bubur agar lebih mudah dicerna.

Ia juga menyatakan bahwa layanan konsumsi telah siap sepenuhnya menjelang kedatangan jemaah haji gelombang pertama pada Rabu, 22 April 2026.

Setiap komponen, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga tenaga juru masak, juga telah dipastikan kesiapannya.

Aspek pengawasan

Kemenhaj menerapkan sistem berlapis untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan.

“Pengawasan dilakukan sejak pengecekan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian kepada jemaah,” tuturnya.

Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan area tempat jemaah menginap adalah tiga lokasi di mana sampel makanan diperiksa.

Sebelum makanan disajikan kepada jemaah, staf konsumsi hotel juga melakukan pengecekan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today