Telah Dikonfirmasi, Rencana Membangun Ulang Pesawat Komersial Terbesar Di Dunia ‘AN-225’

Sisa dari pesawat komersial terbesar 'Antonov AN-225'. (Photo: edition.cnn.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Penghancuran pesawat komersial terbesar di dunia menjadi salah satu gambaran di awal invasi Rusia ke Ukraina. Pesawat ‘Antonov AN-225’ diserang saat berada di pangkalannya di Hostomel, dekat Kyiv pada bulan Februari. “Mimpi itu tidak akan pernah mati,” cuit produsen ketika pesawat tersebut hancur.

Dilansir dari edition.cnn.com, bahwa pihak produsen telah menepati janji mereka, dengan perusahaan mengabarkan jika rencana untuk membangun ulang kembali pesawat itu sedang dalam proses. Diberi julukan “Mriya” yang berarti “Mimpi” dalam bahasa Ukraina, pesawat besar tersebut dibangun pada tahun 1980-an dan berfungsi untuk membawa pesawat ulang-alik milik Soviet.

‘Mriya’ merupakan pengangkut kargo terbesar di dunia yang memiliki kapasitas angkut dua kali lipat dari ‘Boeing 747’. Pesawat besar ini memiliki ukuran sekitar 84 meter atau 275 kaki, dengan lebar sayap terpanjang dari seluruh pesawat yang beroperasi penuh. Sampai saat ini, ‘Mriya’ adalah pesawat terberat yang pernah dibuat.

Kehancuran pesawat tersebut diumumkan pada tanggal 27 Februari 2022, berdasarkan cuitan dari Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menyatakan bahwa “Rusia mungkin telah menghancurkan ‘Mriya’ kami, tetapi mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan impian kami tentang negara eropa yang kuat, bebas, dan demokratis.”

Membutuhkan sekitar Rp 7.7 triliun untuk membuat pesawat ‘Mriya’ mengudara kembali. (Photo: gettyimages.com/Mateusz Wlodarczyk)

Perusahaan Antonov berkata tidak dapat memberikan verifikasi terkait dengan kondisi pesawat, namun, seorang jurnalis CNN bernama Vasco Cotovio mencatat bahwa hidung pesawat terlihat seperti terkena “serangan artileri langsung” dan “benar-benar hancur” pada saat kunjungannya pada bulan April. “Ada kerusakan parah pada sayap dan beberapa mesin. Bagian ujung ekor terhindar dari benturan besar dan memiliki beberapa lubang yang disebabkan oleh pecahan peluru,” ujar Vasco Cotovio pada saat itu, memprediksi jika kemungkinan diperbaiki tidak dapat dilakukan.

Perusahaan Antonov mengumumkan dalam sebuah cuitan pada hari senin, bahwa proyek membangun ulang kembali pesawat tersebut telah dimulai. Perusahaan Antonov telah memperkirakan tagihan lebih dari $502 juta untuk membuat pesawat itu kembali mengudara. Perusahaan mengabarkan telah memiliki sekitar 30% komponen yang diperlukan untuk membangunnya. Perusahaan pertahanan negara Ukraina Ukroboronprom, awalnya memperkirakan jika dana pemulihan membutuhkan lebih dari $3 miliar dan bersumpah untuk membuat Rusia membayarnya. Pembangungan ulang kembali pesawat tersebut diperkirakan memakan waktu setidaknya lima tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today